Riau12.com-JAKARTA – Sedekah tidak selalu berbentuk materi. Ucapan yang baik pun termasuk sedekah yang sangat dicintai Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sedekah yang paling utama selain ucapan yang baik” dan juga, “Tidak ada sedekah yang paling dicintai oleh Allah, selain ucapan yang baik” (HR Al-Baihaqi).
Ucapan yang baik membawa manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Sebaliknya, kata-kata yang mengandung keburukan seperti caci-maki, celaan, fitnah, ghibah, namimah, kebohongan, atau penipuan, tidak termasuk sedekah dan justru dilarang. Dengan mengucapkan kata-kata yang baik, seseorang telah menebar manfaat, meskipun tidak berupa materi.
Selain menjadi sedekah yang utama, ucapan baik juga merupakan amal yang amat dicintai Allah SWT. Dalam hadis disebutkan bahwa Allah hanya menerima hal-hal yang baik. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Mahabaik, dan Dia tidak menerima kecuali hal-hal yang baik” (HR Muslim). Barang siapa menanam kebaikan melalui ucapan atau perbuatan, ia akan menuai kemuliaan. Sebaliknya, barang siapa menanam keburukan, maka akan menuai penyesalan.
Menjaga lisan menjadi bagian dari keimanan. Nabi SAW menegaskan, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ucapkanlah kata-kata yang baik atau diamlah” (HR Al-Bukhari dan Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa ucapan yang baik adalah cerminan iman seorang Muslim.
Dalam kitab Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala, Imam Ibnu Hibban Al-Busti menekankan pentingnya berpikir sebelum berbicara. Orang yang berakal sebaiknya lebih banyak diam daripada bicara, karena banyak penyesalan muncul dari perkataan, sementara sedikit yang menyesal karena diam. Orang yang lisannya senantiasa berbicara tanpa pertimbangan dianggap paling celaka dan berisiko mendapatkan musibah.
Ucapan yang baik juga menjadi ciri utama Muslim yang mulia. Dalam sebuah hadis, Nabi SAW ditanya tentang siapa orang Muslim yang paling baik. Beliau menjawab, “Seseorang yang tidak mengganggu Muslim lainnya dengan lisannya dan tangannya” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Dengan demikian, menyebarkan kata-kata yang baik adalah salah satu bentuk sedekah yang paling utama, menebar manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, serta menjadi tanda keimanan dan karakter mulia seorang Muslim. Ucapan yang baik bukan hanya memperkuat hubungan antarindividu, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh pahala yang besar.
Komentar Anda :