www.riau12.com
Senin, 01-Desember-2025 | Jam Digital
16:28 WIB - Studi Harvard 85 Tahun Ungkap Pekerjaan Paling Bikin Tidak Bahagia | 16:20 WIB - Minim PJU, Truk Kontainer Kembali Tabrak Portal di Jembatan Siak I Pekanbaru | 09:41 WIB - BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Petir Landa Kuansing, Inhu, dan Inhil Sore Hingga Dini Hari Ini | 16:00 WIB - Riau Job Fair 2025 Dibuka 2–4 Desember, 61 Perusahaan Tawarkan 2.437 Lowongan Kerja | 15:50 WIB - Kesabaran Menghadapi Bencana, Janji Kemenangan dari Allah SWT bagi Orang Beriman | 15:41 WIB - DPRD Kampar Resmi Sahkan APBD 2026 Senilai Rp 2,65 Triliun, Bupati Apresiasi Kerja Keras Dewan
 
Haram Bukan Harum: Pentingnya Menjaga Amalan dari Hawa Nafsu dan Perbuatan Dosa
Sabtu, 15-11-2025 - 15:24:08 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Banyak manusia terjerembab pada perilaku munkar, fahsya, dan dosa lainnya karena salah dalam memandang hal yang jelas haram sebagai sesuatu yang halal. Akibatnya, seseorang mudah terjebak dalam perbuatan yang dilarang dan sulit kembali, meskipun Allah SWT Maha Menerima taubat.


Allah Ta’ala menegaskan bahwa halal itu baik dan haram itu buruk. Dalam Al-Quran, Allah berfirman, "Dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk." (QS al-A’raf [7]: 157).


Para ulama menekankan bahwa hidup yang berfokus pada hal yang halal akan menghasilkan kebaikan, dengan izin Allah SWT. Sebaliknya, menyukai yang haram berarti menumpuk keburukan, yang cepat atau lambat akan mendatangkan azab.


Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu suci dan tidak menerima kecuali yang suci." (HR Bukhari). Artinya, perilaku hidup yang mengabaikan halal dan haram, apalagi menjadikan yang haram sebagai halal karena hawa nafsu, tidak akan diterima oleh Allah SWT. Allah hanya menerima kebaikan yang dilakukan atas dasar iman.


Rasulullah SAW juga menegaskan melalui sebuah hadis, bahwa seseorang yang melakukan perjalanan panjang dengan kondisi tubuh kusut dan berdebu, sambil berdoa kepada Allah, tetapi selama ini makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram, maka doanya tidak akan dikabulkan (HR Bukhari).


Kebahagiaan dalam hidup hanya mungkin diraih jika manusia memperhatikan ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Islam adalah panduan hidup, sehingga setiap Muslim wajib memastikan dirinya senantiasa mengambil yang halal dan menjauhi yang haram.


Seperti nasihat Buya Hamka, "Hawa nafsu itu pangkalnya manis, ujungnya pahit. Sebaliknya, iman itu pangkalnya pahit, tetapi ujungnya manis." Nasihat ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan dan keberkahan hidup hanya dapat dicapai melalui iman, takwa, dan amal saleh. Memandang halal sebagai halal dan haram sebagai haram adalah fondasi penting dalam meraih kehidupan yang diridai Allah SWT.


 




 
Berita Lainnya :
  • Haram Bukan Harum: Pentingnya Menjaga Amalan dari Hawa Nafsu dan Perbuatan Dosa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    6 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved