Haram Bukan Harum: Pentingnya Menjaga Amalan dari Hawa Nafsu dan Perbuatan Dosa
Sabtu, 15-11-2025 - 15:24:08 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Banyak manusia terjerembab pada perilaku munkar, fahsya, dan dosa lainnya karena salah dalam memandang hal yang jelas haram sebagai sesuatu yang halal. Akibatnya, seseorang mudah terjebak dalam perbuatan yang dilarang dan sulit kembali, meskipun Allah SWT Maha Menerima taubat.
Allah Ta’ala menegaskan bahwa halal itu baik dan haram itu buruk. Dalam Al-Quran, Allah berfirman, "Dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk." (QS al-A’raf [7]: 157).
Para ulama menekankan bahwa hidup yang berfokus pada hal yang halal akan menghasilkan kebaikan, dengan izin Allah SWT. Sebaliknya, menyukai yang haram berarti menumpuk keburukan, yang cepat atau lambat akan mendatangkan azab.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu suci dan tidak menerima kecuali yang suci." (HR Bukhari). Artinya, perilaku hidup yang mengabaikan halal dan haram, apalagi menjadikan yang haram sebagai halal karena hawa nafsu, tidak akan diterima oleh Allah SWT. Allah hanya menerima kebaikan yang dilakukan atas dasar iman.
Rasulullah SAW juga menegaskan melalui sebuah hadis, bahwa seseorang yang melakukan perjalanan panjang dengan kondisi tubuh kusut dan berdebu, sambil berdoa kepada Allah, tetapi selama ini makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram, maka doanya tidak akan dikabulkan (HR Bukhari).
Kebahagiaan dalam hidup hanya mungkin diraih jika manusia memperhatikan ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Islam adalah panduan hidup, sehingga setiap Muslim wajib memastikan dirinya senantiasa mengambil yang halal dan menjauhi yang haram.
Seperti nasihat Buya Hamka, "Hawa nafsu itu pangkalnya manis, ujungnya pahit. Sebaliknya, iman itu pangkalnya pahit, tetapi ujungnya manis." Nasihat ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan dan keberkahan hidup hanya dapat dicapai melalui iman, takwa, dan amal saleh. Memandang halal sebagai halal dan haram sebagai haram adalah fondasi penting dalam meraih kehidupan yang diridai Allah SWT.
Komentar Anda :