Dari Al-Qur’an hingga Hadis, Manusia Diciptakan untuk Menjadi Hamba Allah yang Taat
Jumat, 14-11-2025 - 13:59:26 WIB
Riau12.com-Dalam ajaran Islam, manusia diciptakan oleh Allah dengan tujuan yang sangat jelas dan tidak dapat dipisahkan dari fitrah keberadaannya, yaitu beribadah kepada-Nya. Konsep ini ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad. Para ulama menyebut bahwa ibadah adalah inti dari hidup manusia, sebab dari sanalah terbentuk hubungan yang benar antara hamba dan Sang Pencipta.
Dalam buku “Ambillah Aqidahmu dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih yang Difahami Para Sahabat Radhiyallahu Anhum” karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, dijelaskan bahwa ibadah tidak sekadar bermakna ritual, melainkan seluruh bentuk ketaatan, perbuatan, dan ucapan yang dicintai dan diridhai Allah. Termasuk dalam kategori ibadah adalah doa, shalat, berkurban, hingga amal-amal hati seperti syukur dan tawakal.
Allah dengan tegas menyampaikan tujuan penciptaan manusia dan jin melalui firman-Nya dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang berbunyi, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” Ayat ini menjadi fondasi utama dalam memahami misi hidup manusia di dunia.
Selain itu, Nabi Muhammad juga mengingatkan bahwa hak Allah atas para hamba-Nya adalah agar mereka beribadah hanya kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Lebih jauh, ibadah dalam Islam mencakup seluruh aspek kehidupan. Allah berfirman dalam QS. Al-An’am ayat 162, “Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” Ayat ini menegaskan bahwa seluruh aktivitas manusia dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.
Dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Nabi SAW menyampaikan bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah dari hal-hal yang Dia wajibkan. Artinya, kewajiban yang ditetapkan Allah merupakan jalan utama bagi hamba untuk mendekat kepada-Nya.
Dengan demikian, tujuan penciptaan manusia bukan hanya sekadar menjalani kehidupan dunia, tetapi menatap peran besar sebagai hamba Allah yang tunduk, taat, dan berusaha mencapai ridha-Nya. Pemahaman ini bukan hanya memperkuat pondasi keimanan, tetapi juga mengarahkan manusia untuk menjalani hidup lebih bermakna dan penuh kesadaran spiritual.
Komentar Anda :