www.riau12.com
Senin, 01-Desember-2025 | Jam Digital
16:28 WIB - Studi Harvard 85 Tahun Ungkap Pekerjaan Paling Bikin Tidak Bahagia | 16:20 WIB - Minim PJU, Truk Kontainer Kembali Tabrak Portal di Jembatan Siak I Pekanbaru | 09:41 WIB - BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Petir Landa Kuansing, Inhu, dan Inhil Sore Hingga Dini Hari Ini | 16:00 WIB - Riau Job Fair 2025 Dibuka 2–4 Desember, 61 Perusahaan Tawarkan 2.437 Lowongan Kerja | 15:50 WIB - Kesabaran Menghadapi Bencana, Janji Kemenangan dari Allah SWT bagi Orang Beriman | 15:41 WIB - DPRD Kampar Resmi Sahkan APBD 2026 Senilai Rp 2,65 Triliun, Bupati Apresiasi Kerja Keras Dewan
 
Revitalisasi Bahasa Melayu Riau, Dewan Pendidikan Bengkalis Dorong Bahas Melayu Masuk Dalam Muatan Lokal Kurikulum Sekolah
Rabu, 21-05-2025 - 14:29:22 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-BENGKALIS- Bahasa daerah merupakan kekayaan daerah yang sangat bernilai, baik secara sosial, budaya, maupun ekonomi. Hadirnya bahasa daerah ditengah-tengah kehidupan penuturnya memberi dampak besar, terutama dibidang budaya dan sosial karena bahasa merupakan representasi dari budaya daerah tersebut.

Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis mendukung dan memberikan apresiasi tinggi kepada Balai Bahasa Provinsi Riau dalam kegiatan rapat koordinasi antar pemangku kepentingan Bahasa Melayu Riau di salah satu hotel di Pekanbaru, Selasa (20/25).

Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis Ihsan mengatakan, merujuk data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa lebih dari 700 bahasa di Indonesia yang tersisa hanya 10 persen atau sekitar 70 bahasa saja dan cuma 18 bahasa daerah yang aman, termasuk bahasa Melayu Sumatra.

“Untuk melestarikan budaya dan mempertahankannya tentu kita mendorong agar bahasa daerah Melayu, sastra Melayu, pantun Melayu ini masuk dalam kurikulum muatan lokal dan dalam pengembangan modul pembelajaran disekolah dan bahkan ada sebagian provinsi yang sudah menerbitkan peraturan daerahnya untuk mewajibkan bahasa daerah 2 jam perminggu disekolah seperti propinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Kalimantan timur,” pungkasnya.

Karena lanjut Ihsan, bahasa ini kalau tidak dilestarikan maka sedikit demi sedikit akan punah, menurut hasil penelitian Unesco hampir 2.500 dari sekitar 7.000 bahasa yang digunakan seluruh dunia saat ini diambang kepunahan. Statistik menunjukkan bahwa setiap 15 hari, satu bahasa punah karena jumlah penuturnya sangat sedikit.(***)

Sumber: Riauterkini



 
Berita Lainnya :
  • Revitalisasi Bahasa Melayu Riau, Dewan Pendidikan Bengkalis Dorong Bahas Melayu Masuk Dalam Muatan Lokal Kurikulum Sekolah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    6 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved