www.riau12.com
Rabu, 09-09-2026 | Jam Digital
11:14 WIB - Misharti Lantik 17 Pejabat Kampar, Eks Sekretaris DPMPTSP Pekanbaru Dapat Jabatan Strategis | 10:10 WIB - Beasiswa Rp5 Miliar Dibuka, PKB Kampar: Janji Politik Ahmad Yuzar-Misharti Mulai Dibuktikan | 16:11 WIB - Truk Galian C Diduga Rusak Jalan Kampar, DPRD Riau Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin | 15:57 WIB - Harga TBS Sawit Plasma Riau Naik Jadi Rp 3.994 per Kilogram Pekan Ini | 15:27 WIB - Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645/US$, Yen Jepang Jadi Penopang | 14:42 WIB - 2.121 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau 270 Titik dan Inhu Terbanyak
 
Beasiswa Rp5 Miliar Dibuka, PKB Kampar: Janji Politik Ahmad Yuzar-Misharti Mulai Dibuktikan
Rabu, 09-09-2026 - 10:10:43 WIB
TERKAIT:
   
 

KAMPAR, Riau12.com-Janji di bidang pendidikan mulai diterjemahkan menjadi program nyata. Pemerintah Kabupaten Kampar membuka Program Beasiswa Tahun 2026 dengan dukungan anggaran sebesar Rp5 miliar. Fraksi PKB DPRD Kampar menyatakan siap mengawal program tersebut, termasuk memperkuatnya melalui Ranperda Beasiswa Daerah yang merupakan inisiatif Fraksi PKB.

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kampar, Ramli, S.Kom, mengatakan program beasiswa tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. dan Wakil Bupati Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Kampar.

"Janji politik jangan berhenti di panggung kampanye. Harus masuk ke APBD, menjadi program dan akhirnya dirasakan masyarakat. Beasiswa ini salah satu bentuk nyata yang harus kita dukung dan kawal," kata Ramli, Rabu (9/9/2026).

Rp5 Miliar Digelontorkan, Mahasiswa Sudah Bisa Mengajukan

Pemkab Kampar telah membuka pengajuan beasiswa 2026. Berdasarkan surat Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar Nomor 400/KS/317 tertanggal 31 Agustus 2026, berkas pengajuan diterima paling lambat 15 September 2026.

Ada tiga kategori yang dibuka, yakni Beasiswa Berprestasi Akademik S1, Beasiswa Berprestasi Nonakademik Tahfidz Al-Qur'an 20/30 Juz, serta Beasiswa Khusus Mahasiswa S1 Tidak Mampu dan Berprestasi Akademik.

Untuk Beasiswa Berprestasi Akademik S1, mahasiswa program eksakta harus memiliki IPK minimal 2,75, sedangkan non-eksakta minimal 3,00.

Kategori Tahfidz mensyaratkan sertifikat hafalan Al-Qur'an 20 atau 30 juz. Sementara mahasiswa tidak mampu dan berprestasi akademik diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).


Ramli meminta camat, kepala desa, tokoh masyarakat hingga jaringan mahasiswa ikut menyebarkan informasi tersebut.


"Jangan sampai Rp5 miliar sudah disediakan, tetapi anak-anak kita di desa justru tidak mengajukan karena tidak tahu informasinya. Waktunya tinggal beberapa hari. Mahasiswa yang memenuhi syarat segera siapkan berkas sebelum 15 September," ujarnya.

PKB Tak Mau Beasiswa Cuma Jadi Program Tahunan

Di DPRD, Fraksi PKB mengambil langkah lebih jauh. Ranperda Beasiswa Daerah diajukan sebagai Ranperda inisiatif Fraksi PKB untuk mendukung visi dan misi kepala daerah sekaligus memperkuat keberlanjutan kebijakan beasiswa.


Ramli mengatakan perda diperlukan agar program beasiswa ke depan mempunyai landasan hukum yang kuat, mekanisme yang jelas, transparan, tepat sasaran dan memiliki keberlanjutan.

"Hari ini kita kawal anggarannya, ke depan kita kuatkan payung hukumnya. Ranperda Beasiswa Daerah ini merupakan inisiatif Fraksi PKB untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati. Kita ingin keberpihakan kepada pendidikan tidak hanya berlaku satu atau dua tahun," kata Ramli.

Menurutnya, program beasiswa juga direncanakan kembali mendapat dukungan anggaran sebesar Rp5 miliar pada 2027.


"Kalau 2026 Rp5 miliar dan 2027 kembali disiapkan Rp5 miliar, ini harus kita jaga keberlanjutannya. Jangan sekadar habis anggaran, tetapi harus jelas berapa mahasiswa yang terbantu dan bagaimana dampaknya terhadap peningkatan SDM Kampar," ujarnya.

PKB Tegaskan Bagian dari Pemerintahan

Ramli juga menegaskan posisi Fraksi PKB sebagai bagian dari kekuatan politik yang mendukung pemerintahan Ahmad Yuzar-Misharti. Bupati Kampar Ahmad Yuzar juga merupakan Ketua DPC PKB Kabupaten Kampar.

Menurut Ramli, posisi tersebut bukan hanya soal hubungan politik, tetapi membawa tanggung jawab untuk mengawal janji kepada masyarakat melalui kewenangan DPRD.

"Pak Ahmad Yuzar adalah Bupati Kampar sekaligus Ketua DPC PKB Kampar. Kami di Fraksi PKB tentu punya tanggung jawab politik dan moral untuk ikut menyukseskan visi dan misi pemerintahannya yang berpihak kepada masyarakat," katanya.

Namun Ramli menegaskan, dukungan terhadap pemerintah tetap harus disertai pengawasan.
"Kita bukan hanya mengawal agar anggarannya ada. Kita juga harus memastikan satu rupiah pun dari program pendidikan ini benar-benar tepat sasaran, transparan dan dirasakan mereka yang berhak," tegasnya.

Jangan Ada Anak Kampar Gagal Kuliah karena Tak Punya Uang

Ramli berharap beasiswa tidak hanya dinikmati mahasiswa yang memiliki akses informasi lebih baik. Program harus menjangkau anak-anak dari seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Kampar.

"Anak petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, guru mengaji, dan keluarga kurang mampu mempunyai hak yang sama untuk bermimpi besar. Jangan ada anak Kampar yang otaknya mampu, prestasinya ada, tetapi kuliahnya berhenti hanya karena orang tuanya tidak punya uang," katanya.

Menurut Ramli, keberhasilan program ini nantinya tidak cukup diukur dari besarnya anggaran.

"Rp5 miliar bukan prestasi kalau tidak sampai kepada yang membutuhkan. Prestasinya adalah ketika uang rakyat itu mampu menjaga anak Kampar tetap kuliah, berprestasi dan suatu hari pulang membangun kampung halamannya," pungkas Ramli.(Intan)




 
Berita Lainnya :
  • Beasiswa Rp5 Miliar Dibuka, PKB Kampar: Janji Politik Ahmad Yuzar-Misharti Mulai Dibuktikan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved