Hadiri Dialog Kebangsaan di Umri, Anies Baswedan Soroti Tantangan Pendidikan di Era Digital
Riau12.com-PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mendapat kehormatan atas kedatangan tokoh nasional, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Rasyid Baswedan, Jumat (7/11). Kehadiran Anies dalam rangka menghadiri Dialog Kebangsaan sekaligus meluncurkan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Umri Tahun Akademik 2026/2027.
Dalam pidatonya, Anies mengangkat tema besar tentang pentingnya menjadi pembelajar sejati di era disrupsi digital. Ia menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya soal kemampuan mengajar, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan laju pengetahuan yang begitu cepat.
“Di masa ini, dosen tidak hanya bersaing dengan sesama dosen, tetapi juga dengan laju pengetahuan yang terus bergerak cepat,” ujar Anies di hadapan ribuan civitas akademika Umri.
Ia mengingatkan, para pengajar yang enggan memperbarui pengetahuannya akan tertinggal, bahkan bisa tergantikan oleh teknologi. Menurutnya, teknologi bukan ancaman utama, melainkan keengganan manusia untuk terus belajar. “Dosen yang datang dengan inspirasi dan gagasan segar tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin apa pun,” tambahnya.
Anies juga menyoroti peran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mulai merambah dunia pendidikan dan riset. Ia menilai, sebagian pendidik masih ragu memanfaatkan teknologi tersebut karena khawatir kehilangan kendali, padahal AI seharusnya menjadi mitra untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar.
“Gunakan AI sebagai asisten pribadi, bukan sebagai majikan. Biarkan teknologi bekerja untuk kita, bukan sebaliknya,” pesan mantan Rektor Universitas Paramadina itu.
Dalam penyampaiannya yang penuh makna, Anies juga menggambarkan kondisi dunia pendidikan saat ini dengan kalimat yang menggugah. “Ruang belajarnya masih seperti abad ke-19, pengajarnya abad ke-20, sementara muridnya produk abad ke-21,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta dialog.
Sementara itu, Rektor Umri, Dr Saidul Amin MA, dalam sambutannya menegaskan komitmen kampus untuk terus berbenah menuju universitas berstandar internasional. Ia menyebut, Umri ingin menjadi perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara melalui perubahan cara berpikir yang progresif.
“Standar kita harus internasional. Kita ingin menjadi universitas terbaik di Asia Tenggara. Meraih itu, kita harus berani mengubah cara berpikir, dan mengubah mindset bukanlah hal yang mudah,” tegas Saidul Amin.
Dialog Kebangsaan bersama Anies Baswedan ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika Umri dalam memperkuat semangat perubahan dan pembelajaran berkelanjutan di era digital.
Komentar Anda :