www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kita Luput Merawat Bahasa Indonesia
Kamis, 29-10-2015 - 14:47:27 WIB

TERKAIT:
   
 

JAKARTA, Riau12.com - Guna memantapkan kemampuan berbahasa asing, banyak orang tidak ragu mengambil kursus bahasa. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing.

Namun, pernahkah terpikir, bagaimana kita memperlakukan bahasa Indonesia? Berapa jam dihabiskan untuk mempelajari dan mengasah kemampuan kita dalam bahasa ibu ini?

"Bahasa Indonesia kini luput dari perawatan. Padahal lahirnya bahasa Indonesia dilatarbelakangi ikatan kuat dengan budaya Nusantara," ungkap perwakilan dari Pusat Kajian Representasi Sosial, Dr. Risa Permanadeli dalam Diskusi "Menyambut Kembali Bahasa Indonesia di Negeri Sendiri" di Unika Atma Jaya, Jakarta, Kamis(29/10/2015).

Risa menambahkan, kurangnya perawatan terhadap bahasa Indonesia tersebut dapat dilihat dari maraknya pemakaian bahasa-bahasa asing dalam berbagai sektor kehidupan. Papan iklan atau penanda tempat umum, misalnya, makin banyak menggunakan bahasa asing. Padahal, belum tentu juga penulisannya benar.

"Jadi dalam arti tertentu, kita sudah berkomunikasi dengan kesalahan. Hal itu bukan hanya menyimpan makna sosial, tapi juga menyimpan ilusi sosial," imbuh Risa.

Bagi Risa, tidak hanya memiliki makna sosial, tetapi juga merupakan masalah pilihan. Risa mencontohkan, suatu ketika dia melakukan presentasi di Meksiko. Bukannya bertanya tentang materi presentasi, peserta presentasi itu justru bertanya tentang kemampuan berbahasa Inggris.

"Mereka bertanya, mengapa saya bisa berbahasa Inggris, padahal negara kita jauh dari Amerika, jauh dari Inggris. Sedangkan mereka tidak mempelajari bahasa Inggris walau dekat dengan Amerika," ujarnya.(r12/okz)




 
Berita Lainnya :
  • Kita Luput Merawat Bahasa Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved