Diancam Trump, Iran Siaga Perang
Senin, 05-01-2026 - 11:27:07 WIB
Riau12. Com, TEHERAN - Pemerintah Iran merespons keras ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tewasnya demonstran di Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan, militer dalam posisi siaga tempur atau perang untuk menghadapi segala bentuk pelanggaran kedaulatan.
Araghchi memperingatkan, angkatan bersenjata Iran telah menetapkan koordinat bidikan terhadap pihak asing yang mencoba mengintervensi urusan dalam negeri mereka. Pernyataan ini menyusul ultimatum Trump yang menyatakan Washington akan bertindak jika Iran membunuh demonstran damai.
"Militer kami tahu persis ke mana harus membidik jika kedaulatan nasional dilanggar," tulis Araghchi melalui platform X, Jumat (2/1/2026).
Ketegangan diplomatik ini berakar dari krisis ekonomi domestik Iran. Sejak Minggu (28/12/2025), unjuk rasa meluas di berbagai kota akibat anjloknya nilai tukar rial. Di pasar terbuka, US$ 1 kini menembus rekor 1,35 juta rial. Teheran menuding sanksi ekonomi barat sebagai dalang utama di balik lumpuhnya daya beli masyarakat.
Araghchi mengakui, menyampaikan aspirasi terkait kesulitan ekonomi adalah hak warga negara. Namun, ia menekankan pemisahan tegas antara protes damai dan tindakan kriminal. Otoritas keamanan melaporkan adanya serangan terhadap kantor polisi dan penggunaan bom molotov yang melukai 13 petugas.
"Serangan terhadap properti publik dan tindakan kriminal tidak akan ditoleransi," tegas Araghchi sebagaimana dikutip Xinhua.
Laporan media lokal menyebutkan sedikitnya tiga orang tewas dalam bentrokan di dua provinsi pada Kamis (1/1/2026). Wakil Gubernur Provinsi Lorestan Saeid Pourali menyebut tekanan ekonomi yang kian kejam telah mencapai titik nadir bagi warga.
Kondisi ini menempatkan Teheran pada posisi sulit. Pada satu sisi, mereka harus meredam gejolak internal yang dipicu perut lapar, pada sisi lain mereka harus menghadapi tekanan eksternal dari Washington yang siap memanfaatkan momentum ketidakstabilan tersebut.
Komentar Anda :