Kebakaran Apartemen di Hong Kong, Dua Pekerja Migran Indonesia Meninggal Dunia
Jumat, 28-11-2025 - 11:52:12 WIB
Riau12.com-HONG KONG – Kebakaran besar melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11/2025), menelan korban jiwa termasuk dua warga negara Indonesia (WNI) serta melukai dua orang lainnya.
Plt Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyampaikan hasil koordinasi intensif antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong dan Hong Kong Police Force (HKPF). “Dari hasil koordinasi, hingga saat ini dua orang WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka,” ujar Heni, Kamis (27/11/2025).
Korban yang meninggal dan yang terluka semuanya merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik yang telah lama bekerja di Hong Kong. Sejak awal kejadian, KJRI Hong Kong telah menunjuk petugas khusus untuk membantu seluruh kebutuhan pengobatan dan pendampingan bagi anak buah PMI yang terdampak.
KJRI juga memastikan koordinasi berlanjut dengan otoritas setempat dan agen ketenagakerjaan untuk proses pemulangan jenazah ke Indonesia serta pemenuhan hak-hak korban. “Kami juga menyediakan tempat singgah sementara dan bantuan logistik di gedung KJRI Hong Kong bagi WNI yang membutuhkan,” tambah Heni.
Kebakaran terjadi pada sore hari dan menyebar dengan cepat dari satu gedung ke gedung lain. Hingga kini, sedikitnya 44 orang tewas dan ratusan lainnya masih belum ditemukan. Dugaan sementara menyebutkan kebakaran dipicu oleh material bangunan yang mudah terbakar di Wang Cheong House, salah satu gedung yang sedang direnovasi dan merupakan bagian dari kompleks apartemen setinggi 32 lantai.
Insiden ini menjadi salah satu kebakaran paling fatal dalam beberapa tahun terakhir di Hong Kong, memicu respons cepat dari pihak pemadam kebakaran dan otoritas setempat, sekaligus perhatian khusus bagi WNI yang tinggal dan bekerja di kawasan tersebut.
KJRI Hong Kong menekankan perlunya kewaspadaan dan kerja sama dengan otoritas setempat, sembari terus memantau perkembangan situasi serta memberikan pendampingan bagi seluruh warga negara Indonesia yang terdampak.
Komentar Anda :