Tragedi Kebakaran di Tai Po: Presiden Xi Jinping Berduka, Puluhan Tewas dan Ratusan Menghilang
Kamis, 27-11-2025 - 15:39:18 WIB
Riau12.com-HONG KONG – Kebakaran dahsyat melanda tujuh gedung tinggi di Hong Kong sejak Rabu, menewaskan 44 orang dan membuat ratusan lainnya hilang. Tragedi ini menjadi kebakaran terburuk di kota otonomi khusus China tersebut dalam beberapa dekade.
Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan petugas pemadam kebakaran yang meninggal dunia. Ia juga menyerukan upaya maksimal untuk memadamkan api serta meminimalkan korban jiwa dan kerugian.
Kepala Eksekutif Kota Hong Kong John Lee menyatakan pemerintah akan memprioritaskan penanganan bencana, namun menunda upaya publik terkait pemilihan Dewan Legislatif yang dijadwalkan 7 Desember. Keputusan final terkait jadwal pemilihan akan diumumkan beberapa hari ke depan.
Kebakaran terjadi di kompleks Wang Fuk Court di distrik Tai Po yang mencakup sekitar 2.000 unit apartemen. Api pertama kali muncul dari perancah bambu yang sedang menjalani perawatan, kemudian menyebar ke gedung lain. Petugas pemadam mengalami kesulitan menjangkau beberapa lantai akibat suhu tinggi dan puing-puing yang beterbangan.
Seorang warga berusia 65 tahun mengatakan banyak tetangganya merupakan lansia yang tidak menyadari adanya kebakaran karena jendela ditutup selama perawatan, sehingga evakuasi harus dilakukan melalui panggilan telepon oleh tetangga. Lebih dari 900 orang dievakuasi ke tempat penampungan sementara.
Polisi telah menangkap tiga tersangka terkait kebakaran tersebut, meskipun belum ada rincian spesifik mengenai tuduhan yang dikenakan. Pihak berwenang juga melakukan penyelidikan terhadap material di bagian luar gedung yang diduga mempercepat penyebaran api.
Di lokasi kejadian, api terlihat menyembur keluar dari jendela apartemen, menciptakan cahaya jingga yang menakutkan. Derek Armstrong Chan, wakil direktur operasi pemadam kebakaran, menyatakan pihaknya terus berupaya menyelamatkan warga meski beberapa lantai sulit dijangkau.
Kebakaran ini menimbulkan duka mendalam bagi warga Hong Kong dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat China, dengan upaya penyelamatan dan investigasi terus berlangsung hingga saat ini.
Komentar Anda :