www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
BBC Minta Maaf ke Trump Setelah Dokumenter Sunting Pidato yang Menyesatkan
Jumat, 14-11-2025 - 13:56:04 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-LONDON – BBC resmi meminta maaf kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah sebuah dokumenter menayangkan pidatonya dalam bentuk suntingan yang dianggap menyesatkan. Permintaan maaf ini disampaikan melalui surat Ketua BBC, Samir Shah, yang dikirim ke Gedung Putih.

Dalam pernyataannya, BBC mengakui bahwa penggabungan beberapa bagian pidato Trump pada 6 Januari 2021 membuat potongan yang terpisah hampir satu jam terlihat seperti satu rangkaian utuh. Akibatnya, muncul kesan seolah Trump menyerukan tindakan keras secara langsung.

“Suntingan kami secara tidak sengaja menciptakan kesan keliru,” tulis BBC, dikutip dari Associated Press, Jumat 14 November 2025.

Kontroversi ini bermula dari dokumenter BBC Panorama berjudul “Trump: Kesempatan Kedua?” yang diproduksi menjelang Pilpres AS 2024. Dalam proses penyuntingan, pihak ketiga menggabungkan tiga kutipan dari dua bagian pidato berbeda sehingga terdengar seakan Trump menyerukan pendukungnya untuk “berjuang mati-matian” dan berbaris bersamanya. Sementara itu, bagian pidato di mana Trump meminta aksi damai tidak ditampilkan.

Skandal ini mengguncang internal BBC. Direktur Jenderal Tim Davie dan Kepala Berita Deborah Turness mundur dari jabatannya. Davie menegaskan bahwa kejadian ini merusak kepercayaan publik dan menyatakan bahwa sebagai pemimpin redaksi tertinggi, tanggung jawab berada di tangannya.

Sebelumnya, Trump menuntut permintaan maaf dan mengancam menggugat BBC senilai 1 miliar Dolar AS. Kasus ini menjadi sorotan internasional karena menyangkut integritas media dan cara penyajian berita politik yang sensitif.

 




 
Berita Lainnya :
  • BBC Minta Maaf ke Trump Setelah Dokumenter Sunting Pidato yang Menyesatkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved