www.riau12.com
Sabtu, 18-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Gawat, ISIS Fatwakan Bunuh Bayi Cacat Mental dan Fisik
Senin, 14-12-2015 - 23:19:09 WIB

TERKAIT:
   
 

BAGHDAD,Riau12.com-Kelompok teroris ISIS semakin menggila. Seolah tidak cukup dengan membunuh orang tua, orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan dan anak-anak. Kini kelompok militan itu kembali membuat sensasi dengan mengeluarkan fatwa untuk membunuh setiap bayi yang lahir dengan kondisi cacat mental (down syndrome) dan memiliki keterbatasan secara fisik atau disabilitas.

Dilansir Evening Standards, Senin (14/12/2015), puluhan bayi baru lahir yang berusia antara satu minggu sampai tiga bulan telah dibunuh kelompok militan ISIS dengan cara dibuat kehabisan nafas atau disuntik mati. Informasi ini dibeberkan oleh aktivis Irak dari kelompok Mosul Eye.

"Lebih dari 38 bayi sudah tewas dibunuh ISIS di wilayah kekuasaannya. Mayoritas yang dibunuh adalah bayi-bayi anggota militan mereka sendiri yang menikah dengan perempuan Irak dan Suriah," kata seorang narasumber.

Data tersebut ditelusuri dari banyaknya insiden pembunuhan bayi yang memiliki keterbelakangan mental dan cacat secara fisik. Sehingga kelompok Mosul Eye ini menduga bahwa Dewan Syariah ISIS telah mengeluarkan fatwa mengerikan tersebut.

Pembantaian ISIS atas bayi-bayi ini menyerupai pembunuhan yang pernah diserukan Adolf Hitler saat menjadi diktator di Jerman. Tercatat dalam sejarah, Nazi Jerman telah membantai sedikitnya 5.000 bayi yang lahir dalam kondisi cacat mental dan fisik, semata karena mereka dianggap hanya akan menjadi beban negara di kemudian hari.(r12/okz)



 
Berita Lainnya :
  • Gawat, ISIS Fatwakan Bunuh Bayi Cacat Mental dan Fisik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved