www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Makin Panas! Gedung Putih Ultimatum Pendukung: Pilih Trump atau Elon Musk
Senin, 09-06-2025 - 08:23:46 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- Perseteruan panas antara Presiden Donald Trump dan miliarder Elon Musk kini merambah ke lingkaran elite politik dan bisnis Amerika Serikat (AS).
Gedung Putih dilaporkan mulai menekan para pejabat, donatur, dan tokoh konservatif untuk menentukan posisi mereka, yaitu bersama Trump atau Musk.

Menurut laporan Rolling Stone yang dikutip RIA Novosti, sejumlah staf Gedung Putih telah aktif menghubungi orang-orang dekat Trump dan Musk melalui telepon dan pesan pribadi. Mereka diminta untuk secara jelas memilih kubu dalam konflik yang kian memanas itu.
“Kami akan menyingkirkan teman-teman Elon,” ujar seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada Rolling Stone.

Ketegangan antara Trump dan Musk meledak ke ranah publik seusai kritik tajam Musk terhadap rancangan Undang-Undang (RUU) Pemotongan Pajak dan Pengeluaran yang didukung Gedung Putih. Serangan pun berlanjut ke media sosial, berubah menjadi adu sindir dan serangan pribadi, yang viral di kalangan politisi dan pengusaha AS.

Akibatnya, para sekutu eksternal, donatur, tokoh media, dan pelaku bisnis ramai-ramai menghubungi lingkaran dalam Trump untuk menyatakan dukungan mereka, memperkuat posisi sang presiden.

Langkah Gedung Putih ini memunculkan tanda polaritas politik di negeri Paman Sam itu makin dalam, dengan batas tegas antara pendukung Trump dan simpatisan Musk.
Para analis menyebut tindakan ini sebagai bentuk “politik loyalitas mutlak”, yaitu netralitas tak lagi diterima. Apalagi, Trump dikenal gemar menyingkirkan tokoh-tokoh yang dianggap tidak cukup setia, sedangkan Musk justru semakin vokal mengkritisi arah kebijakan AS.

Dengan modal sosial dan politik yang besar, pertarungan antara Trump dan Musk diprediksi akan berdampak luas, termasuk pada pemilu mendatang, dunia bisnis, hingga regulasi teknologi.

Siapa yang akan menang di mata publik dan elite politik masih menjadi tanda tanya. Namun satu hal yang jelas, perpecahan ini membuka babak baru dalam drama kekuasaan di Amerika.(***)

Sumber: Cakaplah 




 
Berita Lainnya :
  • Makin Panas! Gedung Putih Ultimatum Pendukung: Pilih Trump atau Elon Musk
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved