www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Sengketa Laut China Selatan, Uni Eropa Dukung AS
Senin, 02-11-2015 - 06:31:19 WIB

TERKAIT:
   
 

BRUSSELS, Riau12.com-Uni Eropa (UE) dilaporkan mendukung Pemerintah Amerika Serikat (AS) atas sengketa di Laut China Selatan yang memunculkan ketegangan kapal perang AS tegang dan kapal perang China.

"Apa yang dilakukan oleh AS merupakan pelaksanakan ketentuan kebebasan bernavigasi sesuai dengan hukum internasional," ujar seorang pejabat senior UE seperti dilansir dari IB Times, Senin (2/11/2015).

UE sendiri merasa prihatin terhadap rencana Negeri Tirai Bambu untuk membangun pulau-pulau buatan baru di wilayah perairan sengketa itu. UE mengaku mebgeluarkan pernyataan itu sebagai bentuk dukungan terhadap negara-negara Asia yang menentang klaim China atas Laut China Selatan.

"Terlepas dari memihak kubu manapun, UE berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan maritim berdasarkan pada prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya sebagaimana tercermin dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS)," ucap seorang juru bicara urusan luar negeri UE melalui sebuah pernyataannya.

Sebagaimana diberitakan, pada Selasa 27 Oktober kapal perang USS Lassen yang didampingi pesawat pengintai dari US Navy telah mendekati peraian Kepulauan Spratly untuk melakukan patroli. USS Lassen merupakan sebuah kapal penghancur yang dilengkapi senjata rudal udara dan rudal air. Tindakan itu dianggap provokasi langsung terhadap China.

Merespons hal tersebut, Angkatan Laut China dilaporkan telah menyiapkan rudal taktis untuk mengantisipasi tindakan US Navy yang lebih jauh lagi.

Meski demikian, untuk meredakan ketegangan, Kepala Angkatan Laut AS (US Navy), Laksamana John Richardson, dilaporkan telah melakukan video conference dengan Kepala AL China, Laksamana Wu Shengli.(r12/okz)




 
Berita Lainnya :
  • Sengketa Laut China Selatan, Uni Eropa Dukung AS
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved