www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Arab Saudi Desak Presiden Assad Tinggalkan Suriah
Jumat, 30-10-2015 - 14:50:21 WIB

TERKAIT:
   
 

WINA, Riau12.com-Arab Saudi mengatakan, Iran harus menerima bahwa penurunan Presiden Bashar al Assad sebagai bagian dari setiap jalan ke luar dalam konflik di Suriah. Arab Saudi pun mendesak Assad untuk meninggalkan Suriah.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al Jubeir, menyampaikan komentarnya menjelang pertemuan menteri luar negeri untuk membahas konflik Suriah di Wina, Austria, yang digelar Kamis 29 Oktober.

Kepada BBC, Jumat (30/10/2015), dia menjelaskan tidak diragukan lagi Assad harus pergi. "Dia akan pergi, baik melalui proses politik atau dia akan disingkirkan lewat kekuatan,” katanya.

Untuk pertama kalinya Iran akan ikut dalam perundingan tentang konflik Suriah, yang juga akan dihadiri oleh Rusia dan Turki. Iran dan Rusia merupakan pendukung Presiden Assad, dan belakangan ini meningkatkan peran militernya dalam konflik tersebut.

Rusia sudah melancarkan beberapa serangan udara ke Suriah, yang diakui untuk sasaran-sasaran kelompok militan ISIS. Namun, pihak negara Barat menuduh yang menjadi sasaran Rusia adalah kelompok pemberontak yang moderat.

Sedangkan Iran dilaporkan mengerahkan pasukan daratnya walau Teheran menegaskan kehadiran mereka sebagai penasihat militer.

Di pihak lain, Amerika Serikat bersama Turki, Arab Saudi, dan beberapa negara teluk lainnya bersikeras bahwa Assad tidak bisa berperan lagi dalam masa depan Suriah.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mengatakan ingin meningkatkan upaya diplomatik guna mengakhiri 'neraka' perang saudara Suriah.

PBB memperkirakan jumlah korban jiwa mencapai 200.000 lebih sejak maraknya konflik Suriah, Maret 2011. Pertemuan di Wina antara lain juga akan dihadiri oleh menteri luar negeri Inggris, Prancis, Jerman, Mesir, Lebanon, dan Uni Eropa.(r12/okz)




 
Berita Lainnya :
  • Arab Saudi Desak Presiden Assad Tinggalkan Suriah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved