www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Putin Gempur ISIS 2 Minggu, Obama Butuh 2 Tahun
Jumat, 09-10-2015 - 14:46:00 WIB

TERKAIT:
   
 

WASHINGTON, Riau12.com - Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Amerika Serikat (AS) Ed Royce, menyampaikan kritikan menohok untuk Pemeritah AS yang gencar mengecam aksi militer Rusia terhadap ISIS di Suriah. Dia menilai aksi Pemerintah Putin terlihat hasilnya dalam dua minggu dibanding aksi Pemerintah Barack Obama yang harus butuh dua tahun.

"Putin telah mengambil tindakan yang lebih dalam dua minggu di Suriah daripada Obama yang membutuhkan dua tahun," kata Royce.

"Menteri Pertahanan kami mengkritik strategi Rusia, tetapi di mana kita?," katanya lagi, seperti dikutip Sputnik, tengah malam tadi (8/10/2015). Menurutnya, aksi Rusia telah "cepat merusak" pengaruh AS di Timur Tengah.

Pekan lalu, Rusia mengumumkan telah memulai kampanye udara di Suriah melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kremlin sejauh ini telah menyampaikan total 112 serangan udara terhadap kelompok ISIS.

Pada hari Rabu lalu, empat kapal Rusia di Laut Kaspia meluncurkan 26 rudal jelajah terhadap basi-basis ISIS di Suriah. Semua target yang ditetapkan telah dihancurkan.

Sementara itu, AS yang memimpin koalisi 62 negara dalam melawan ISIS sudah meluncurkan serangan udara sejak September 2014. Serangan yang tanpa persetujuan dari Dewan Keamanan PBB dan Pemerintah Suriah itu diragukan keberhasilannya.

Tapi, Gedung Putih mengklaim bahwa strategi AS untuk memerangi ISIS di Irak dan Suriah berhasil. Tapi, Obama sendiri mengakui untuk mengalahkan ISIS butuh waktu yang tidak sebentar.

Mantan Kepala Badan Intelijen Pertahanan (DIA), Michael Flynn, juga mengkritik strategi AS dalam memerangi ISIS yang tidak memiliki konsistensi. Dia justru sepakat dengan ide Presiden Putin bahwa untuk mengalahkan ISIS, AS seharusnya bekerja sama dengan negara-negara di kawasan, termasuk Suriah.(r12/sindo)



 
Berita Lainnya :
  • Putin Gempur ISIS 2 Minggu, Obama Butuh 2 Tahun
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved