www.riau12.com
Minggu, 13-Juni-2021 | Jam Digital
17:43 WIB - Even Riding Tipis, PRI dan BOI Taja Diskusi dan Silaturrahmi di Kupiek Ndak Batullang Kuok Kampar | 11:04 WIB - BPBD Riau Distribusikan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Pekanbaru | 08:00 WIB - Respon Lonjakan Covid-19, Imigrasi Pulangkan 32 WNA India | 19:50 WIB - Kanwil Kemenkumham Riau Diusulkan Sebagai Satker Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani | 15:23 WIB - Atasi Kerusakan Jalan di Rokan Hulu, Dinas PUPR, Dishub dan Polres Rohul Turun Lapangan | 11:45 WIB - Pelajari Smart City Madani, DPRD dan Kominfo Sijunjung kunjungi Diskominfotiksan Pekanbaru
 
Ulama UEA Beri Izin Vaksin Corona Meski Mengandung Gelatin Babi
Kamis, 24-12-2020 - 15:23:23 WIB
TERKAIT:
 
  • Ulama UEA Beri Izin Vaksin Corona Meski Mengandung Gelatin Babi
  •  

    JAKARTA, RIAU12.COM- Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) telah memutuskan untuk membolehkan penggunaan vaksin Corona COVID-19 untuk digunakan oleh umat Muslim.



    Dikutip dari Associated Press, fatwa ini diterbitkan setelah banyaknya umat Muslim yang merasa risau dengan kandungan gelatin babi yang digunakan dalam vaksin tersebut. Pasalnya, Islam mengharamkan pemeluknya untuk mengonsumsi babi.

    Namun, gelatin babi umum digunakan dalam pembuatan vaksin sebagai penstabil, untuk memastikan vaksin tetap aman dan efektif selama masa penyimpanan dan pengiriman.

    Ketua Dewan Fatwa UEA, Syekh Abdallah bin Bayyah, pun beralasan bahwa vaksin itu tidak masuk dalam kriteria yang dilarang dalam ajaran Islam, meski mengandung gelatin babi, karena situasi darurat. Pasalnya, saat ini vaksin Corona sangat dibutuhkan untuk melindungi tubuh dari infeksi COVID-19.

    Tak hanya itu, Dewan Fatwa UEA juga menyatakan bahwa dalam kondisi pandemi seperti ini, gelatin babi akan digolongkan sebagai obat-obatan dan bukan makanan. Terlebih sejumlah vaksin Corona telah memperlihatkan efektivitasnya dalam melindungi tubuh dari COVID-19.

    Sementara itu, pada awal Desember pemerintah UEA menyatakan bahwa vaksin Corona buatan China, Sinopharm, yang diuji coba di wilayahnya menunjukkan efektivitas 86 persen.
    Dalam uji klinisnya, UEA melibatkan 31 ribu relawan dari 125 negara. Para relawan yang ikut serta dalam uji coba itu berusia antara 18-60 tahun. Mereka diberikan dua kali suntikan vaksin Corona Sinopharm dengan rentang waktu 28 hari.

    Diketahui, sejumlah WNI hingga duta besar Indonesia di Dubai juga sudah melakukan vaksinasi COVID-19.


    Sumber: Detik.com



     
    Berita Lainnya :
  • Ulama UEA Beri Izin Vaksin Corona Meski Mengandung Gelatin Babi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    5 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    6 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    7 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved