www.riau12.com
Rabu, 09-09-2026 | Jam Digital
16:11 WIB - Truk Galian C Diduga Rusak Jalan Kampar, DPRD Riau Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin | 15:57 WIB - Harga TBS Sawit Plasma Riau Naik Jadi Rp 3.994 per Kilogram Pekan Ini | 15:27 WIB - Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645/US$, Yen Jepang Jadi Penopang | 14:42 WIB - 2.121 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau 270 Titik dan Inhu Terbanyak | 14:24 WIB - 8 Ranperda Masuk Pembahasan DPRD Kampar, Desa Adat hingga Ketenagakerjaan | 07:56 WIB - Mancokau Ikan di Tanjung Belit, Ahmad Yuzar: Jaga Alam, Alam Akan Menjaga Kita
 
Bersepatu Boots, Gubri Abdul Wahid Tinjau Banjir di Kampar, Warga Butuh Solusi Permanen
Selasa, 04-03-2025 - 05:03:21 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KAMPAR – Gubernur Riau, Abdul Wahid, turun langsung ke lokasi banjir yang melanda Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Kampung Panjang, Air Tiris, pada Senin (3/3/2025). Banjir ini terjadi akibat dibukanya lima pintu pelimpahan air (spillway gate) PLTA Koto Panjang dengan ketinggian 170 cm, menyebabkan ribuan warga terdampak.

Saat tiba di lokasi, Abdul Wahid disambut pemandangan memilukan. Sejumlah rumah terendam air, akses jalan dan jembatan pun lumpuh akibat derasnya aliran Sungai Kampar yang meluap. Warga tampak pasrah menghadapi bencana yang sudah menjadi langganan setiap tahun.

Gubernur yang langsung meninjau kondisi warga, mengakui bahwa banjir ini merupakan dampak dari tingginya debit air yang dilepaskan dari waduk PLTA Koto Panjang. Dalam jangka pendek, pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

"Kami sudah berkoordinasi dengan bupati untuk mendistribusikan bantuan seperti sembako, selimut, karpet, dan tikar. Ini langkah awal yang bisa kita lakukan untuk membantu warga," ujar Abdul Wahid.
Namun, ia menegaskan bahwa langkah darurat saja tidak cukup. Perlu ada solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang. Menurutnya, koordinasi dengan PLN dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam mencari jalan keluar.

"Banjir ini bukan hanya masalah Kampar, tetapi juga Pelalawan. Dampaknya luar biasa, jalanan terputus, distribusi barang tersendat, harga sembako melonjak. Kita harus mencari solusi permanen agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban," katanya.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan bendungan tambahan untuk mengendalikan volume air yang dilepaskan dari waduk.

"Jika ada bendungan baru, air bisa ditampung terlebih dahulu sebelum dilepas secara bertahap. Idealnya, satu atau dua bendungan tambahan dibangun agar masalah ini benar-benar bisa diatasi," tambahnya.

Sementara itu, warga setempat mengungkapkan kepanikan mereka saat air tiba-tiba masuk ke rumah pada malam sebelumnya. Rohim, salah seorang warga Kampung Panjang Air Tiris, mengaku sudah terbiasa menghadapi banjir tahunan, namun tetap berharap ada solusi konkret dari pemerintah.
"Tadi malam air tiba-tiba naik, hampir sepinggang. Kami sekeluarga panik, tidak tahu harus bagaimana. Ini bukan pertama kali, setiap tahun kejadian seperti ini terus berulang. Tolong carikan solusi agar kami tidak kebanjiran terus-menerus," pintanya dikutip dari MC.Riau.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat bahwa sebanyak 1.098 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kecamatan Kampar Utara. Kampung Panjang menjadi salah satu wilayah terparah dengan 315 rumah yang terendam. Selain itu, ratusan keluarga di desa lain, seperti Sendayan, Naga Beralih, Muara Jalai, Sawah, Sungai Tonang, dan Sungai Jalau, juga mengalami dampak serupa.

Di tengah kondisi yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mencegah bencana ini terus berulang. (***)

Sumber: Halloriau 




 
Berita Lainnya :
  • Bersepatu Boots, Gubri Abdul Wahid Tinjau Banjir di Kampar, Warga Butuh Solusi Permanen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved