www.riau12.com
Selasa, 08-09-2026 | Jam Digital
16:11 WIB - Truk Galian C Diduga Rusak Jalan Kampar, DPRD Riau Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin | 15:57 WIB - Harga TBS Sawit Plasma Riau Naik Jadi Rp 3.994 per Kilogram Pekan Ini | 15:27 WIB - Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645/US$, Yen Jepang Jadi Penopang | 14:42 WIB - 2.121 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau 270 Titik dan Inhu Terbanyak | 14:24 WIB - 8 Ranperda Masuk Pembahasan DPRD Kampar, Desa Adat hingga Ketenagakerjaan | 07:56 WIB - Mancokau Ikan di Tanjung Belit, Ahmad Yuzar: Jaga Alam, Alam Akan Menjaga Kita
 
Jadi Daerah Terbaik Tekan Prevalensi Stunting
Pemkab Kampar dan pemko Pekanbaru Dapar Penghargaan dari Pj Gubri
Jumat, 26-07-2024 - 09:52:12 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Dua pemda tersebut merupakan daerah terbaik dalam upaya penurunan prevalensi stunting atau tengkes di Riau pada 2023 lalu.

Penghargaan tersebut diserahkan Pj Gubri kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kampar dan Kadiskes Pekanbaru saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Riau yang diselenggarakan di Pekanbaru, Kamis (25/7/2024).

Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stunting Kabupaten Kampar menurun dari 14,50 persen menjadi 7,60 persen. Demikian pula Kota Pekanbaru dari 16,83 persen menurun menjadi 8,70 persen.

"Kita berikan reward kepada daerah yang terbaik dalam upaya penurunan prevalensi stunting. Saya apresisi sekali Kampar dan Kota Pekanbaru dalam keseriusan penanganan stunting di wilayahnya, semoga kabupaten lain juga serius dalam penanganan," ucapnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Riau itu  jelaskan, prevalensi stunting Provinsi Riau 2023 telah mencapai target World Health Organization (WHO) yaitu 20 persen. Bahkan, sebutnya, sudah di atas target RPJMN dan RPJMD 2024 yaitu 14 Persen.

Dengan hasil ini, Provinsi Riau menempati urutan ketiga prevalensi stunting terendah 2023 yaitu 13,6 persen, setelah Bali 7,2 persen, dan Jambi 13,5 persen.

Pj Gubri berharap untuk kabupaten dan kota di Riau pada 2025 mendatang prevalensi stuntingnya menyentuh angka satu digit. Artinya prevalensi stunting di seluruh daerah di Riau diupayakan di bawah angka 10 persen.

"Saya yakin dan percaya, 2025 stunting di Riau di bawah 10 persen karena prevalensi stunting di Bumi Lancang Kuning ini menunjukkan tren penurunan, dimana 2013 lalu stunting Riau 36,8 persen dan pada 2023 sebesar 13,6 persen," ujarnya.

"Artinya selama 10 tahun terakhir kita mampu menurunkan stunting sebesar 23 persen dengan rata-rata 2-3 persen per tahun," tutupnya, seperti yang dilansir dari mcr.(***)

Sumber: halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Pemkab Kampar dan pemko Pekanbaru Dapar Penghargaan dari Pj Gubri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved