Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Rakor GTRA Riau, Bupati Bistamam Tekankan Reforma Agraria Inklusif dan Berpihak ke Warga
Rabu, 03-12-2025 - 14:36:53 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-ROKAN HILIR – Masalah kebun kelapa sawit milik warga yang berada di kawasan berstatus Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi Konversi (HPK) menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Hal ini disampaikan Bupati Rohil, H. Bistamam, dalam rapat koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Riau, yang digelar dengan menghadirkan perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Riau dan Plt Gubernur Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti sejumlah persoalan agraria yang masih terjadi di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya adalah banyaknya masyarakat yang memiliki kebun kelapa sawit, namun lahannya berada dalam kawasan HPT dan HPK.

"Sementara masyarakat telah menempati wilayah tersebut jauh sebelum penetapan status kawasan," terang H. Bistamam.

Menurut Bupati, status HPT dan HPK sebagian besar ditetapkan pada tahun 1960-an, sedangkan kampung-kampung yang dihuni masyarakat telah ada sejak tahun 1920. Kondisi ini dinilai membutuhkan kebijakan yang bijak agar hak masyarakat dapat dilindungi.

Melalui rapat koordinasi ini, Bupati berharap dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan reforma agraria yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di Provinsi Riau.

"Serta memastikan seluruh permasalahan agraria dapat diselesaikan melalui pendekatan yang transparan, kolaboratif, dan berpihak kepada masyarakat," pungkas Bupati H. Bistamam.

Sementara itu, Plt. Gubernur Riau menekankan pentingnya penyelesaian isu strategis, termasuk penuntasan permasalahan batas kanan dan kiri jalan di kawasan Pekanbaru–Dumai. Ia meminta Tim GTRA Provinsi segera melakukan langkah percepatan dan merumuskan solusi yang jelas serta terukur.

“Reforma agraria harus benar-benar memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Tanah adalah modal dasar yang harus memberikan nilai bagi rakyat,” tegas Plt. Gubernur.

Rakor ini menjadi momentum penting untuk mencari solusi bagi masyarakat pemilik kebun sawit di kawasan HPT dan HPK, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam penyelesaian reforma agraria di Riau.

 




 
Berita Lainnya :
  • Rakor GTRA Riau, Bupati Bistamam Tekankan Reforma Agraria Inklusif dan Berpihak ke Warga
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved