www.riau12.com
Senin, 01-Desember-2025 | Jam Digital
16:28 WIB - Studi Harvard 85 Tahun Ungkap Pekerjaan Paling Bikin Tidak Bahagia | 16:20 WIB - Minim PJU, Truk Kontainer Kembali Tabrak Portal di Jembatan Siak I Pekanbaru | 09:41 WIB - BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Petir Landa Kuansing, Inhu, dan Inhil Sore Hingga Dini Hari Ini | 16:00 WIB - Riau Job Fair 2025 Dibuka 2–4 Desember, 61 Perusahaan Tawarkan 2.437 Lowongan Kerja | 15:50 WIB - Kesabaran Menghadapi Bencana, Janji Kemenangan dari Allah SWT bagi Orang Beriman | 15:41 WIB - DPRD Kampar Resmi Sahkan APBD 2026 Senilai Rp 2,65 Triliun, Bupati Apresiasi Kerja Keras Dewan
 
Pekerja PETI Tewas Tertimbun Longsor di Kuansing, Polisi Kejar Pemilik dan Pemodal Tambang Ilegal
Sabtu, 29-11-2025 - 14:35:38 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-TELUKKUANTAN – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau kembali memakan korban. Seorang pekerja tewas setelah tertimbun longsor di areal pertambangan ilegal yang berlokasi di Desa Jake.


Peristiwa tragis terjadi pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi yang dihimpun menyebutkan para pelaku menambang menggunakan mesin Robin dan menyelam ke dasar lubang. Nahas, longsor melanda lokasi tambang dan mengubur para pekerja.


Korban yang tewas adalah CNR (20), warga Desa Jake. Ia tertimbun bersama R (21) dan Y (22), yang berhasil selamat dan sempat mencari bantuan warga sekitar. Kepala Desa Jake, Mariantoni, bersama masyarakat dan Bhabinkamtibmas segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Mereka melakukan penggalian manual dan menemukan korban dalam keadaan meninggal.


Sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah dibawa ke rumah duka dan malam harinya dimakamkan di TPU Kebun Nenas Desa Jake.


Kapolres Kuansing AKBP R Ricky Pratidiningrat melalui Kasat Reskrim Iptu Gerry Agnar Timur menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa atas meninggalnya pekerja PETI tersebut. Ia menegaskan polisi akan melakukan penyidikan menyeluruh terhadap praktik PETI, termasuk mencari dua rekan korban serta mengejar pemilik dan pemodal.


"Activitas PETI sangat berbahaya, merusak lingkungan, dan menimbulkan risiko tinggi bagi para pekerjanya," kata Gerry. Polisi telah mengantongi identitas pemilik mesin dan pemodal yang diduga berinisial E (37), warga Dusun Sungai Betung, Desa Jake. Penyidik akan memeriksa seluruh pihak terkait untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Dua rekan korban yang masih melarikan diri sedang dicari, sementara sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk mesin Robin, karpet, dulang, skop, dan ember berisi pasir.


 




 
Berita Lainnya :
  • Pekerja PETI Tewas Tertimbun Longsor di Kuansing, Polisi Kejar Pemilik dan Pemodal Tambang Ilegal
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    6 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved