www.riau12.com
Senin, 07-09-2026 | Jam Digital
07:56 WIB - Mancokau Ikan di Tanjung Belit, Ahmad Yuzar: Jaga Alam, Alam Akan Menjaga Kita | 07:36 WIB - Garuda Muda Bungkam Juara Bertahan Australia 2-0, Indonesia Lolos ke Piala Asia U-20 2027 | 07:22 WIB - Erupsi Anak Krakatau Meluas, 1.558 Penerbangan Tertunda hingga Sekolah Terapkan PJJ | 07:10 WIB - Remaja 14 Tahun di Pekanbaru Jadi Korban Kekerasan OTK, Ditendang hingga Jatuh dari Motor | 06:47 WIB - Asap Makin Pekat, Sekolah PAUD hingga SMP di Pekanbaru Kembali Daring Dua Hari | 20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir
 
TBC Masih Mengancam, RSUD Teluk Kuantan Siapkan Tambahan Kamar Isolasi
Senin, 02-06-2025 - 11:25:03 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KUANSING – Lonjakan pasien penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan gangguan paru-paru di Kabupaten Kuantan Singingi memaksa RSUD Teluk Kuantan menambah kamar khusus isolasi. Rumah sakit rujukan ini mencatat bahwa ruang perawatan yang tersedia selama ini sudah tidak lagi mencukupi.

Direktur RSUD Teluk Kuantan, Benni Antomy, mengungkapkan bahwa 10 kamar isolasi yang ada saat ini selalu dalam kondisi penuh.

“Setiap hari kamar TBC dan Paru selalu terisi. Bila ada lonjakan, kami terpaksa menggunakan ruang lain, namun tetap memisahkannya dari pasien umum sesuai prosedur,” kata Benni, Minggu (1/6/2025).

Menanggapi situasi tersebut, RSUD Teluk Kuantan berencana menambah 11 kamar khusus untuk pasien paru. Penambahan tersebut dijadwalkan rampung dan mulai digunakan pada Juli 2025.

“Ini upaya untuk meningkatkan pelayanan, sekaligus bentuk kesiapan menghadapi tingginya angka kasus menular,” ujarnya.

Kondisi ini juga diamini oleh Dinas Kesehatan Kuansing. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Helma Muliani, menyebutkan bahwa per Juni 2025, tercatat 180 kasus TBC di Kuantan Singingi. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

“Angka ini menunjukkan bahwa TBC masih menjadi ancaman nyata. Karena itu, kami mengimbau masyarakat yang mengalami gejala batuk berdahak lebih dari dua minggu, berkeringat malam, atau berat badan turun drastis untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” jelas Helma.

Helma menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang ditularkan melalui droplet dari penderita aktif. Penanganan dini menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih luas di tengah masyarakat. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • TBC Masih Mengancam, RSUD Teluk Kuantan Siapkan Tambahan Kamar Isolasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved