Dekati Level Siaga, Akibat Curah Hujan Tinggi Debit Sungai Kampar di Pelalawan Terus Naik
Selasa, 24-12-2024 - 10:57:23 WIB
Riau12.com- PELALAWAN - Level Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan Riau mendekati level siaga setelah tinggi muka air meningkat tajam dalam satu pekan terakhir ini.
Kenaikan debit air sungai dipengaruhi oleh curah hujan yang semakin intens.
Setiap hari hujan lebat mengguyur wilayah Pelalawan secara merata mulai pagi hingga malam maupun dini hari. Alhasil tinggi level air semakin jauh meninggalkan batas normalnya.
"Hari ini level air naik lagi sekitar 23 Centimeter. Sekarang sudah di angka 187 Cm dari batas normal," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (24/12/2024).
Ia menyampaikan, titik 187 Cm masih dalam kategori rendah dengan indikator warna hijau.
Namun apabila terjadi peningkatan sekitar 13 Cm lagi kedepan atau mencapai 200 Cm, level air masuk kategori siaga dengan indikator warna kuning.
Dalam kondisi ini, kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor harus ditingkatkan.
Terutama di wilayah bantaran sungai yang rentan terendam banjir akibat luapan air.
"Pada level siaga, semakin besar potensi sungai meluap. Tapi sampai sekarang kondisi masih aman," tutur Zulfan.
Hasil pantauan BPBD Pelalawan, beberapa daerah yang rentan terendam banjir masih aman terkendali.
Seperti di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci yang kerap terdampak banjir, belum terlihat genangan air.
Akses jalan masih bisa dilewati kendaraan roda dua maupun mobil.
Demikian juga dengan Desa tetangganya yakni Desa Kuala Terusan, belum terpantau luapan air sungai.
"Di Langgam juga masih normal. Tapi perlu kami ingatkan warga di bantaran sungai supaya meningkat kewaspadaannya dan siaga dengan debit air yang terus naik," pungkasnya.
Selain itu, BPBD Pelalawan mengimbau masyarakat waspada dengan genangan air yang muncul di jalan raya saat hujan lebat.
Khususnya di daerah Kota Pangkalan Kerinci yang selalu dikepung genangan air lantaran drainase yang tak berfungsi maksimal.(***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :