www.riau12.com
Kamis, 10-09-2026 | Jam Digital
13:30 WIB - PTPN IV Regional III Salurkan Rp3,65 Miliar TJSL, Sasar Pendidikan hingga UMKM Riau | 13:19 WIB - Tukang Gigi Tewas Dikeroyok di Pelalawan, 4 Orang Diamankan | 11:35 WIB - Dari Kasi, Plt, Kini Definitif: Siti Melia Resmi Jabat Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Kampar | 11:14 WIB - Misharti Lantik 17 Pejabat Kampar, Eks Sekretaris DPMPTSP Pekanbaru Dapat Jabatan Strategis | 10:10 WIB - Beasiswa Rp5 Miliar Dibuka, PKB Kampar: Janji Politik Ahmad Yuzar-Misharti Mulai Dibuktikan | 16:11 WIB - Truk Galian C Diduga Rusak Jalan Kampar, DPRD Riau Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin
 
Antisipasi Banjir Akhir Tahun, BPBD Riau Tingkatkan Pemantauan di Pelalawan
Sabtu, 21-12-2024 - 15:38:30 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau memperketat pemantauan terhadap kondisi di Kabupaten Pelalawan menyusul pengalaman banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2023 dan awal 2024 lalu.

“Pelalawan juga masuk dalam daerah pemantauan kita secara serius. Kita pantau habis,” ujar Kalaksa BPBD Riau, M Edy Afrizal dilansir tribunpekanbaru.com, Sabtu (21/12/2024).

Banjir besar tahun lalu menyebabkan kemacetan total di jalur lintas timur Pelalawan. Dampak dari banjir tersebut bahkan menjadi perhatian pemerintah pusat karena mengganggu distribusi logistik.

Salah satu penyebab utama adalah pembukaan pintu air di PLTA Koto Panjang yang terletak di Kampar.

“Sebenarnya, banjir di Pelalawan akibat buangan air dari PLTA Koto Panjang. Kontur topografi Pelalawan yang datar membuat air lambat surut,” jelas Edy.

Selain itu, intensitas curah hujan di wilayah hulu yang berada di Sumatera Barat (Sumbar) turut menjadi faktor penentu. Karena itu, BPBD Riau memantau secara intensif debit air di PLTA Koto Panjang dan curah hujan di daerah hulu.

Pemprov Riau sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Penetapan ini dilakukan setelah beberapa kabupaten/kota di Riau, seperti Rohul, Inhu dan Kepulauan Meranti, lebih dulu menetapkan status siaga darurat.

Edy menyebutkan, status siaga darurat ini dapat diperpanjang atau ditingkatkan sesuai dengan perkembangan situasi.

“Jadi kita akan koordinasi dengan semua stakeholder terkait,” tambahnya.

BPBD Riau menyatakan telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk menghadapi potensi bencana. Personel dan logistik telah disiagakan, termasuk beras cadangan dari Dinas Sosial dan peralatan dapur umum untuk mendukung kebutuhan pengungsian warga.

“Dapur umum pun akan segera kita buat serta tempat pengungsian warga yang terdampak,” pungkasnya.(***)

Sumber: Halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Antisipasi Banjir Akhir Tahun, BPBD Riau Tingkatkan Pemantauan di Pelalawan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved