Bencana di Sumut dan Sumbar Ganggu Pasokan, Harga Cabai di Pekanbaru Meroket hingga Rp130 Ribu
Sabtu, 29-11-2025 - 09:06:21 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat mulai berdampak pada pasokan kebutuhan pokok di Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Sejumlah komoditas pangan mengalami lonjakan harga dalam tiga hari terakhir akibat terganggunya distribusi dari dua daerah pemasok utama tersebut.
Di Pasar Kodim, pedagang cabai, Yuli, mengatakan harga cabai terus merangkak sejak tiga hari terakhir. Cabai merah kini dijual Rp120 ribu per kilogram, begitu juga cabai rawit. “Biasanya cabai Medan Rp70 ribu, cabai Bukit Rp85 ribu per kilo. Sudah tiga hari ini naik terus,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Komoditas lain seperti bawang merah masih berada pada kisaran harga standar, yakni Rp48 ribu per kilogram, sementara bawang putih Rp35 ribu per kilogram. Tomat disebutnya belum mengalami perubahan harga dan tetap Rp10 ribu per kilogram.
Kenaikan harga bahan pangan juga terpantau di Pasar Pagi Arengka. Pedagang Rio menuturkan cabai merah Bukit kini dijual Rp120 ribu per kilogram, sementara cabai merah Medan menembus Rp130 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp85 ribu per kilo. Kenaikan turut terjadi pada cabai hijau dari Rp40 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram dan cabai rawit dari Rp40 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram. Sayuran seperti buncis naik dari Rp12 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram dan wortel dari Rp12 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram. “Cabai baru naik hari ini. Besok mungkin makin naik, karena barang pun belum tentu masuk,” katanya.
Di Pasar Selasa Panam, pedagang Andri juga membenarkan lonjakan harga cabai. “Cabai Bukit Rp130 ribu, cabai Medan Rp115 ribu, cabai rawit Rp90 ribu. Harapannya pemerintah cepat turunkan harga, entah atasi bencananya dulu atau gimana,” ujarnya.
Sementara itu, sebagian pedagang pasar lain menyebut harga bawang dan telur sejauh ini masih stabil, dengan bawang sekitar Rp40 ribu per kilogram dan harga telur belum mengalami kenaikan berarti.
Hingga kini belum ada kepastian kapan distribusi bahan pangan dari Sumatra Utara dan Sumatra Barat kembali normal. Para pedagang berharap kondisi pasokan segera pulih agar harga bahan makanan dapat kembali stabil, terutama menjelang masa libur akhir tahun.
Komentar Anda :