www.riau12.com
Senin, 01-Desember-2025 | Jam Digital
16:28 WIB - Studi Harvard 85 Tahun Ungkap Pekerjaan Paling Bikin Tidak Bahagia | 16:20 WIB - Minim PJU, Truk Kontainer Kembali Tabrak Portal di Jembatan Siak I Pekanbaru | 09:41 WIB - BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Petir Landa Kuansing, Inhu, dan Inhil Sore Hingga Dini Hari Ini | 16:00 WIB - Riau Job Fair 2025 Dibuka 2–4 Desember, 61 Perusahaan Tawarkan 2.437 Lowongan Kerja | 15:50 WIB - Kesabaran Menghadapi Bencana, Janji Kemenangan dari Allah SWT bagi Orang Beriman | 15:41 WIB - DPRD Kampar Resmi Sahkan APBD 2026 Senilai Rp 2,65 Triliun, Bupati Apresiasi Kerja Keras Dewan
 
Yamet CDC Pekanbaru Angkat Bicara soal Dugaan Penganiayaan Anak Berkebutuhan Khusus
Jumat, 28-11-2025 - 12:00:26 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Yamet CDC Pekanbaru angkat bicara terkait dugaan penganiayaan yang dialami seorang anak berkebutuhan khusus saat menjalani terapi di tempat tersebut.


Kuasa Hukum Yamet CDC Pekanbaru, Dedi Sutanto, menyampaikan bahwa pihak manajemen tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan bersikap kooperatif, meski laporan kepolisian tidak ditujukan kepada Yamet CDC Pekanbaru secara institusi.


Laporan kepolisian tersebut ditujukan kepada terlapor yang bersifat individu, yakni salah seorang terapis yang kini telah diskorsing oleh manajemen.


“Perlu diketahui bahwa pelapor dan Yamet Pekanbaru telah bekerja sama selama kurang lebih dua tahun. Sejak awal mengetahui kejadian tersebut, Yamet Pekanbaru sudah menunjuk admin khusus yang wajib membantu seluruh kebutuhan pengobatan anak yang ada di video tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian kepada sang anak,” ujar Dedi Sutanto dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11).


Terkait laporan kepolisian, Yamet CDC Pekanbaru menegaskan sikap hormat terhadap proses hukum yang tengah berlangsung antara pelapor dan terlapor.


“Mengingat perkara ini menyangkut anak di bawah umur, kami juga menjaga agar isi materi perkara tetap terlindungi demi privasi dan kepentingan anak,” tambah Dedi.


Selain itu, manajemen Yamet CDC Pekanbaru terus melakukan evaluasi internal dan perbaikan berkelanjutan terhadap prosedur serta kualitas layanan. Hal ini termasuk peningkatan pelatihan bagi tim terapi, sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus.


“Secara internal, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap prosedur dan kualitas layanan, termasuk peningkatan pelatihan kepada tim, sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang lebih baik,” tutup Dedi.


Langkah ini menunjukkan bahwa meski kasus sedang dalam proses hukum, Yamet CDC Pekanbaru tetap fokus pada perlindungan anak dan peningkatan kualitas layanan sebagai prioritas utama.


 




 
Berita Lainnya :
  • Yamet CDC Pekanbaru Angkat Bicara soal Dugaan Penganiayaan Anak Berkebutuhan Khusus
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    6 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved