Bantu Penanganan Karhutla, 300 TNI Disiagakan di Bengkalis
Rabu, 16-09-2015 - 15:49:03 WIB
BENGKALIS, Riau12.com - Meskipun tidak ada titik api, saat ini beredar informasi bahwa ada sekitar 300 prajurit TNI yang akan ditempatkan pemerintah pusat di kabupaten Bengkalis. Mereka ditugakan untuk membantu penangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Walau belum diketahui jumlah pasti personilnya, ke-3 SSK (Satuan Setingkat Kompi) TNI tersebut dikabarkan bakal ditempatkan di Mandau, Bukit Batu dan Rupat. Hal itu dibenarkan Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis Johansyah Syafri, saat dikonfirmasi, Rabu (16/9).
"Tadi ketika bincang-bincang dengan Kepala BPBD Damkar (M Jalal,red) sehabis mengikuti rapat di Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, beliau memang ada menyinggung hal itu. Namun karena pembicaraan tentang hal itu hanya sepintas, untuk informasi lebih jelasnya, sebaiknya konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan," ujarnya.
Terlepas dari itu, usaha mengatasi Karhutla di Provinsi Riau akibat kebakaran hutan dengan melibatkan bantuan militer, dinilai tak efektif. Menurut Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Nurendi, bantuan dari pusat itu tak terlalu dibutuhkan. Hal ini mengingat prajurit TNI Angkatan Darat yang ada di Riau saat ini sudah sangat memadai dan mampu mengatasi Karhutla yang ada.
"Bantuan prajurit ini saya rasa tidak efektif, mau kerja apa nanti mereka di Riau? Sementara prajurit kita saja sudah cukup untuk mengatasi persoalan kebakaran ini. Lebih baik pimpinan di pusat mengerahkan prajurit di provinsi tetangga yang lebih membutuhkan. Itu menurut saya," ungkapnya.
Dijelaskan Nurendi, anggota TNI dan Polri di Riau saja saat ini sudah sangat memadai, bilamana dibutuhkan untuk membantu pemadaman titik api. "Dari Brimob ada 2 SSK, TNI AD ada 2 SSK. Ditambah dengan Kowil seluruhnya kurang kebih ada 3.000 pasukan di 12 kabupaten/kota," sebut Nurendi, sebagaimana dipublikasikan sejumlah media online.
Sementara itu, saat ini wilayah Kabupaten Bengkalis masih diselimuti kabut asap. Namun hingga sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (16/9), tidak ditemukan satu pun titik api alias zero hotspot. Para siswa SD sempat melaksanakan proses belajar mengajar namun pulang lebih awal, ada yang sudah pulang pukul 10.00 WIB tapi ada juga yang pulang pukul 11.00 WIB. Selanjutnya sesuai dengan instruksi dari Disdik Riau, sekolah diliburkan hingga Minggu (20/9) dan akan dievaluasi kembali sesuai dengan kondisi kabut asap.(r12/hr)
Komentar Anda :