Emas Jadi Primadona, Investor Global Berburu Safe Haven
Sabtu, 24-01-2026 - 09:24:48 WIB
Riau12. Com - Reli harga emas dunia belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), emas kembali menguat dan mendekati US$ 5.000 per ons, didorong meningkatnya minat investor terhadap aset aman.
Mengutip CNBC, harga emas spot tercatat naik sekitar 0,8% ke posisi US$ 4.976,49 per ons troi, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi di level US$ 4.988,17. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari menguat 1,3% ke level US$ 4.978,60 per ons troi.
Trader logam mulia independen Tai Wong mengatakan, penguatan emas saat ini bukan sekadar reli jangka pendek, melainkan mencerminkan perubahan struktural dalam perilaku investor global.
“Peran emas sebagai aset aman dan diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik yang tinggi menjadikannya kebutuhan dalam portofolio strategis,” ujar Wong.
Ia melanjutkan, lonjakan harga emas saat ini merupakan sinyal adanya pergeseran mendasar dalam strategi investasi jangka panjang dan bukan sekadar respons sesaat terhadap gejolak pasar.
Sejak awal 2026, permintaan emas meningkat tajam akibat sejumlah faktor, seperti ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan NATO terkait Greenland, kekhawatiran terhadap independensi The Federal Reserve, hingga ketidakpastian kebijakan tarif global.
Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral dunia serta tren diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS turut memperkuat harga emas. Pasar juga masih menaruh ekspektasi terhadap kemungkinan penurunan suku bunga AS pada paruh kedua 2026, meski The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan akhir Januari.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah. Sepanjang 2025, emas telah menembus sejumlah level, yakni di angka US$ 3.000 dan US$ 4.000.
Komentar Anda :