www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
DPRD Riau Kritik Maraknya Baliho dan Spanduk di Instansi Pemerintah, Dinilai Pemborosan Anggaran
Rabu, 17-12-2025 - 15:38:06 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Anggota DPRD Provinsi Riau, Manahara Napitupulu, mengkritisi maraknya pemasangan spanduk dan baliho di lingkungan instansi pemerintah yang dinilainya tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai penggunaan anggaran daerah untuk media promosi visual tersebut berpotensi menjadi pemborosan dan tidak sejalan dengan kebutuhan publik.

Menurut Manahara, pemerintah daerah seharusnya memfokuskan anggaran pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kinerja birokrasi, bukan pada pencitraan melalui spanduk dan baliho yang dampaknya minim bagi masyarakat.

“Saya sudah menyampaikan hal ini kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Tidak perlu memasang baliho dan spanduk yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat,” ujar Manahara, Rabu (17/12/2025).

Ia menegaskan, yang dibutuhkan masyarakat bukanlah tampilan visual semata, melainkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas. Menurutnya, kinerja aparatur pemerintah jauh lebih penting dibandingkan simbol-simbol promosi yang hanya bersifat seremonial.

“Yang dibutuhkan masyarakat itu pelayanan dan manfaat nyata, bukan sekadar spanduk. Yang diperlukan adalah kinerja,” tegasnya.

Manahara juga menyoroti keterbatasan anggaran daerah yang menuntut pengelolaan secara efisien dan tepat sasaran. Setiap penggunaan anggaran, kata dia, harus benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat luas, khususnya dalam sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap belanja promosi visual di setiap instansi pemerintahan. Anggaran yang selama ini dialokasikan untuk spanduk dan baliho diharapkan dapat dialihkan ke program-program yang lebih produktif dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kita ingin anggaran daerah digunakan secara bijak. Prioritaskan pelayanan publik dan program yang bermanfaat, bukan simbol-simbol seremonial yang tidak memberi dampak signifikan,” pungkas Manahara.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah daerah menata kembali prioritas belanja agar lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • DPRD Riau Kritik Maraknya Baliho dan Spanduk di Instansi Pemerintah, Dinilai Pemborosan Anggaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved