www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
BMKG Pasang 10.000 Detektor Pantau Cuaca, Gempa, dan Tsunami Secara Real-Time di 191 Daerah
Selasa, 16-12-2025 - 15:31:51 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memasang lebih dari 10.000 detektor untuk memperkuat pemantauan cuaca, gempa bumi, hingga potensi tsunami di Indonesia. Detektor tersebut tersebar di 191 daerah dan dipantau secara real-time oleh unit pelaksana teknis (UPT) BMKG.

Penjelasan ini disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

“Ini terpantau di UPT BMKG, stasiun-stasiun yang tersebar di 191 daerah di Indonesia, dengan 10 ribu lebih alat yang memantau kondisi cuaca serta gempa dan tsunami,” ujar Faisal.

Selain detektor utama, BMKG juga menempatkan lightning detector atau alat pengamatan petir di 38 UPT. Alat ini berfungsi memantau lokasi dan intensitas petir, sekaligus mendukung pengembangan prakiraan cuaca berbasis dampak atau Impact Based Forecast (IBF). Dengan sistem IBF, informasi prakiraan tidak hanya menyajikan kondisi atmosfer, tetapi juga potensi dampak yang dapat ditimbulkan.

“Kita bisa memprediksi petir akan terjadi di mana dan kapan akibat dari kondisi cuaca di sekitarnya,” tambah Faisal.

BMKG juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Lampung. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi hujan ekstrem akibat siklon Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S. Metode yang digunakan meliputi penyemaian awan dengan bahan NaCl agar curah hujan jatuh di perairan atau wilayah yang tidak berbahaya, serta penebaran kapur tohor (CaO) di atas Jakarta untuk memecah awan hujan. Teknik ini diklaim mampu menurunkan curah hujan hingga 20–50 persen.

“Operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk mencegah awan hujan mendekati daratan Indonesia. Kalau awan hujan sudah mendekat, kita semai dengan NaCl agar jatuh di tempat yang aman, atau kalau sudah di atas Jakarta, kita tebarkan CaO supaya awan terpecah dan tidak terjadi hujan,” jelas Faisal.

Ia juga menegaskan bahwa BMKG bekerja sama dengan BNPB, BPBD, dan Basarnas dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Faisal meminta masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap curah hujan tinggi serta gelombang tinggi.

“Untuk masyarakat, tetap tenang selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap menghadapi curah hujan tinggi dan gelombang tinggi,” tutupnya.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • BMKG Pasang 10.000 Detektor Pantau Cuaca, Gempa, dan Tsunami Secara Real-Time di 191 Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved