www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Rugikan Ekonomi Rp 68,67 Triliun, Setara 0,29 Persen PDB Nasional
Jumat, 05-12-2025 - 14:18:13 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar, mencapai sekitar Rp 68,67 triliun. Angka ini setara dengan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 0,29 persen.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyatakan bahwa dampak bencana tersebut cukup signifikan, baik bagi perekonomian regional maupun nasional. Kerusakan infrastruktur dan terganggunya akses transportasi menghambat arus barang serta distribusi kebutuhan industri ke provinsi lain.

“Terlebih Sumatera Utara merupakan salah satu simpul industri nasional di Sumatera,” ujar Bhima, Jumat (5/12/2025).

Celios mencatat estimasi kerugian ekonomi di provinsi terdampak. Aceh diperkirakan rugi sekitar Rp 2,04 triliun, Sumatera Utara Rp 2,07 triliun, dan Sumatera Barat Rp 2,01 triliun. Provinsi lain yang merasakan dampak ekonomi antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Secara regional, ekonomi Aceh diprediksi menyusut 0,88 persen atau setara Rp 2,04 triliun.

Bencana ini juga berdampak pada wilayah lain, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, dengan kerugian perekonomian yang mencapai triliunan rupiah.

Hingga 1 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban tewas mencapai 836 orang, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Ribuan rumah dan fasilitas umum rusak parah, memperburuk kondisi sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.

Bhima menekankan bahwa perbaikan infrastruktur dan pemulihan ekonomi menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat di provinsi terdampak. Penanganan cepat dan efektif sangat dibutuhkan agar dampak bencana ini tidak semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional.

 




 
Berita Lainnya :
  • Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Rugikan Ekonomi Rp 68,67 Triliun, Setara 0,29 Persen PDB Nasional
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved