www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Ribuan Pengungsi Aceh Timur Menahan Lapar, Bupati Cari Beras Darurat di Tengah Banjir dan Longsor
Senin, 01-12-2025 - 13:48:02 WIB
TERKAIT:
   
 

iau12.com-ACEH UTARA – Ribuan warga Aceh Timur harus menahan lapar selama dua hari dua malam setelah banjir dan longsor menenggelamkan desa-desa mereka. Kondisi ini terjadi karena keterbatasan pasokan beras di lokasi-lokasi pengungsian yang sebagian besar terisolasi akibat akses terputus.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menggambarkan kondisi memilukan itu dengan nada yang penuh kesedihan. “Dua hari dua malam rakyat kami tidak makan. Mereka kehabisan beras di lokasi pengungsian,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).

Dalam upaya darurat, Bupati Iskandar terpaksa mencari beras ke sebuah pabrik di Darul Aman agar dapat segera didistribusikan ke titik-titik pengungsian yang masih dapat dijangkau. Sementara itu, permintaan bantuan 200 ton beras dari Bulog belum tiba di lokasi.

“Banjir dan longsor memperparah keadaan. Lima desa di Kecamatan Peunaron Lokop tenggelam dan belum bisa dijangkau tim gabungan. Para pengungsi yang bertahan di perbukitan mulai melemah tanpa makanan,” tambahnya.

Keterisolasian wilayah semakin diperburuk oleh putusnya jaringan komunikasi. Hanya di Idi, pemerintah daerah masih dapat menerima laporan melalui akses internet Starlink. Dari titik itu, koordinasi bantuan dilakukan sambil berharap jalur darat bisa segera dibuka.

Dampak banjir tidak hanya dirasakan Aceh Timur. Beberapa wilayah lain seperti Lhokseumawe, Bireuen, Langsa, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Utara juga terdampak. Namun kondisi warga Aceh Timur yang terjebak tanpa makanan menjadi gambaran paling mengguncang dari bencana yang telah berlangsung delapan hari ini.

Di lokasi pengungsian, harapan warga sederhana: makanan dan akses jalan yang kembali terbuka. Pemerintah daerah terus berupaya menyalurkan bantuan dan membuka jalur terputus agar korban dapat segera menerima kebutuhan dasar mereka.

 




 
Berita Lainnya :
  • Ribuan Pengungsi Aceh Timur Menahan Lapar, Bupati Cari Beras Darurat di Tengah Banjir dan Longsor
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved