Duka di Agam: BPBD Catat 86 Korban Jiwa dan 88 Orang Hilang Akibat Banjir Bandang dan Longsor
Riau12.com-LUBUKBASUNG – Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat hingga Sabtu pukul 19.30 WIB, total 86 orang meninggal dan 88 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan korban meninggal tersebar di lima kecamatan yang terdampak bencana sejak Kamis (27/11). Di Kecamatan Malalak, banjir bandang yang menerjang Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, menewaskan 10 warga atas nama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.
Di Kecamatan Tanjung Raya, dua warga Ariki, Nagari Dalko, yakni Safarudin dan Emninar, meninggal akibat tertimbun longsor. Sementara di Kecamatan Matur, satu korban bernama Rajibah ditemukan sudah tak bernyawa di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak.
Korban terbanyak tercatat di Kecamatan Palembayan dengan jumlah 74 orang. Mereka tersebar di sejumlah jorong, di antaranya Jorong Koto Alam sebanyak 21 orang, Jorong Sumbarang 16 orang, Kampuang Tangah 7 orang, dan Jorong Kampung Tangah Timur 9 orang. Seluruh nama korban tersebut telah dicocokkan sesuai data resmi BPBD.
"Seluruh jenazah sudah dimakamkan di pemakaman keluarga masing-masing," ujar Rahmat.
Sementara itu, sebanyak 88 warga masih dalam pencarian. Mereka terdiri dari 7 orang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur; seorang warga Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, yang terseret arus Sungai Batang Antokan; dua orang tertimbun longsor di Ariki, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya; serta 78 orang warga Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
"Masih banyak korban yang belum ditemukan. Kami berharap seluruhnya dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun," kata Rahmat.
Pencarian para korban kembali dilanjutkan Sabtu pagi, melibatkan tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Satpol PP Agam, Dinas Sosial, PMI, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta pemerintah kecamatan dan nagari. Selain melakukan penyisiran, tim juga membantu mengevakuasi warga yang terisolasi akibat akses jalan yang putus menuju lokasi pengungsian.
Di tengah upaya pencarian, kesaksian warga turut menggambarkan dahsyatnya bencana tersebut. Seorang warga Salareh Aia, Eki, mengatakan banjir bandang datang tiba-tiba pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIB, diawali suara gemuruh keras dari arah hulu.
"Saya dan keluarga langsung keluar rumah. Warga juga berlarian, lalu tiba-tiba banjir bandang datang menghancurkan rumah-rumah," ujarnya. Eki menambahkan dirinya selamat setelah berlindung ke tempat yang lebih tinggi, sebelum kemudian membantu mengevakuasi warga lain yang menjadi korban.
Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung dan pemerintah daerah fokus memastikan kebutuhan para pengungsi serta keselamatan warga di sekitar lokasi terdampak.
bandang datang menghancurkan rumah-rumah," ujarnya. Eki menambahkan dirinya selamat setelah berlindung ke tempat yang lebih tinggi, sebelum kemudian membantu mengevakuasi warga lain yang menjadi korban.
Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung dan pemerintah daerah fokus memastikan kebutuhan para pengungsi serta keselamatan warga di sekitar lokasi terdampak.
Komentar Anda :