Presiden Prabowo Instruksikan Kementan Tingkatkan Produksi Telur dan Daging Ayam untuk Stabilkan Harga dan Dukung MBG
Kamis, 20-11-2025 - 10:49:10 WIB
Riau12.com-JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk meningkatkan produksi telur agar harga telur di pasaran tetap stabil dan pasokan untuk program Makan Bergizi (MBG) dapat terpenuhi.
Menindaklanjuti instruksi presiden, Kementerian Pertanian melakukan koordinasi bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) pada Rabu, 19 November 2025.
Mentan Amran Sulaiman mengatakan pihak Pinsar bersedia menyiapkan pasokan telur yang cukup untuk MBG serta meningkatkan produksi sambil menjaga harga agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah.
"Ini adalah capaian luar biasa, ini adalah perintah Bapak Presiden tadi malam," ujar Amran.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan harga telur ayam ras pada pekan kedua November 2025 sudah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen, yaitu Rp 30.000 per kilogram. Secara nasional, harga telur naik 0,32 persen dibanding Oktober 2025, dengan rata-rata mencapai Rp 31.646 per kilogram.
Meski harga sempat meningkat, Amran optimistis harga telur dapat kembali stabil karena penurunan harga Day Old Chick (DOC), dari Rp 14.000 menjadi maksimal Rp 11.500 per ekor.
Selain meningkatkan produksi telur, Kementan juga mendorong peningkatan produksi daging ayam. Target tambahan produksi telur mencapai 0,7 ribu ton, sedangkan daging ayam ditargetkan naik 1,1 juta ton. Produksi tambahan ini ditujukan untuk mendukung program MBG.
"Dampak dari peningkatan produksi ini tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga petani jagung yang menghasilkan pakan ternak," ujar Amran. Ia menambahkan, dengan peningkatan produksi, jumlah orang yang terlibat dalam sektor ini bisa meningkat empat kali lipat, mencakup sekitar 9 juta orang yang terlibat langsung.
Amran menekankan, langkah ini merupakan bagian dari konsep ekonomi Pancasila, yaitu menggerakkan ekonomi kecil dan memberdayakan banyak pihak secara bersamaan. Dengan demikian, peningkatan produksi telur dan daging ayam tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi pangan nasional.
Komentar Anda :