www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Pemerintah Matangkan Negosiasi Tarif Resiprokal dengan AS, Impor Migas 15 Juta Ton Langsung Ditugaskan ke Pertamina
Selasa, 18-11-2025 - 11:04:49 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus mempercepat negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat, termasuk rencana pembelian minyak dan gas (migas) tanpa melalui proses lelang. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa impor migas tersebut akan diberikan langsung sebagai penugasan kepada Pertamina.

“Salah satunya terkait dengan komersial pembelian migas dari Amerika, di mana itu nanti penugasannya salah satunya ke Pertamina. Besaran volumenya sekitar 15 juta ton,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (17/11/2025).

Airlangga menambahkan, jika seluruh kesepakatan final, pemerintah akan menerbitkan aturan berupa Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden untuk mengatur mekanisme impor migas tersebut.

Negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan AS disebut sudah berada di tahap akhir. Airlangga menargetkan perundingan dapat rampung sebelum akhir tahun 2025. “Hampir semua teks sudah kita bahas, kita juga sudah kirim ke Amerika, tinggal finalisasi legal drafting-nya di kedua sisi,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Indonesia telah mendapatkan penurunan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen. Namun pemerintah masih mendorong agar bea masuk sejumlah produk bisa dipangkas lebih jauh. Bahkan beberapa komoditas diusulkan mendapat fasilitas tarif 0 persen dari pemerintah AS.

Komoditas tersebut mencakup produk yang tidak diproduksi di Amerika, seperti kelapa sawit, kakao, dan karet. Selain itu, Indonesia juga memperjuangkan tarif 0 persen untuk komoditas yang menjadi bagian rantai pasok industri medis global.

“Untuk produk yang Amerika tak bisa produksi seperti sawit, kakao, rubber itu seluruhnya diberikan 0. Kita minta juga untuk komoditas tertentu yang jadi supply chain di industri medical,” jelas Airlangga.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • Pemerintah Matangkan Negosiasi Tarif Resiprokal dengan AS, Impor Migas 15 Juta Ton Langsung Ditugaskan ke Pertamina
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved