Presiden Prabowo Bertolak ke Australia, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia–Australia di Bidang Ekonomi dan Pendidikan
Rabu, 12-11-2025 - 14:09:29 WIB
Riau12.com-JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Sydney, Australia, Selasa (11/11), dalam rangka kunjungan kenegaraan dan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese. Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri upacara kenegaraan yang akan dipimpin langsung oleh Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn.
Pesawat Kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan terbatas lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 12.00 WIB. Rangkaian kegiatan di Sydney dijadwalkan berlangsung selama satu hari dengan fokus utama pada pembahasan penguatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, serta kemitraan industri strategis antara kedua negara.
Kunjungan ini memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Australia yang telah terjalin selama 76 tahun. Secara historis dan geografis, kedua negara memiliki kedekatan yang mendasari kemitraan strategis dan saling menguntungkan di berbagai sektor.
Kunjungan Presiden Prabowo kali ini juga merupakan kunjungan balasan atas kedatangan PM Anthony Albanese ke Indonesia pada Mei 2025 lalu, yang dilakukan sehari setelah Albanese resmi terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Australia.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Sydney antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelum bertolak ke Australia, Presiden Prabowo sempat memimpin rapat terbatas di Lanud Halim Perdanakusuma. Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Ketua DPR Prof Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, Kepala BPKP, Kepala PPATK, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam rapat itu, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada Menteri Sekretaris Negara untuk segera melakukan koordinasi lintas kementerian agar penyerapan anggaran negara dapat berjalan optimal menjelang akhir tahun 2025.
Menurut sumber dari Sekretariat Kabinet, kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Australia ini juga akan menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan kerja sama ekonomi, transfer teknologi, dan kemitraan pendidikan vokasi.
Presiden dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Rabu (12/11) sore setelah menuntaskan seluruh rangkaian pertemuan resmi di Sydney.
Komentar Anda :