www.riau12.com
Sabtu, 18-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Indonesia Takkan Bangkrut Tanpa Freeport
Senin, 07-12-2015 - 08:20:36 WIB

TERKAIT:
   
 

JAKARTA,Riau12.com-Indonesia dianggap mampu mengelola tambangnya sendiri termasuk yang saat ini dikelola PT Freeport Indonesia di Papua. Dosen Universitas Brawijaya, Candra Fajri Ananda menegaskan, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia cukup mumpuni mengelola tambang emas tersebut.

"Walau PT Freeport Indonesia tutup, sumber daya manusia Indonesia mampu dan bisa mengelola sendiri. Kita sudah menguasai dalam pengelolaan sumber daya alam," kata Candra, Minggu (6/12/2015).

Ia mengungkapkan, sebanyak 97 persen pekerja PT Freeport adalah orang Indonesia, sehingga sudah terjadi transfer pengetahuan (knowledge) dalam proses pengelolaan tambang.

"Jadi saya pikir Indonesia tidak akan bangkrut tanpa Freeport, kita bisa mengelola sendiri. Bajunya diganti tidak masalah karena dalamnya sudah orang kita," tuturnya.

Di samping itu, dirinya juga melihat potensi kekuatan untuk menyangga ekonomi Indonesia masih banyak dari berbagai sektor lain. Sehingga itu membuktikan bahwa Indonesia tanpa Freeport tidak berpengaruh secara ekonomi.

Candra menilai, kegaduhan soal rekaman 'papa minta saham' yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said cukup berimbas terhadap memburuknya iklim investasi.

"Terkait Freeport sangat merugikan bagi iklim investasi Indonesia, kalau kita punya duit dan ingin investasi, kita tidak hanya berpikir untuk satu tahun atau dua tahun, tapi untuk jangka panjang, apalagi kalau nominalnya besar," bebernya.

Menurut Candra, salah satu pertimbangan yang terpenting untuk berivestasi adalah aspek keamanan dan kepastian hukum. Kondisi kegaduhan yang dipertontonkan oleh Freeport dan para menteri serta elite lainnya, membuat ketidak percayaan bagi investor untuk melepaskan uangnya.

Sehingga, ia pun mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melakukan reshuffle kabinet jilid dua dengan mengganti menteri yang membuat kegaduhan.(r12/okz)




 
Berita Lainnya :
  • Indonesia Takkan Bangkrut Tanpa Freeport
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved