Hingga Oktober 2025, Penerimaan Cukai dan Kepabeanan Capai 80 Persen Outlook, Rokok Ilegal Turun
Jumat, 28-11-2025 - 08:37:40 WIB
Riau12.com-JAKARTA – Penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai hingga akhir Oktober 2025 mencapai Rp249,3 triliun atau 80,3 persen dari outlook laporan semester. Realisasi tersebut tumbuh 7,6 persen secara tahunan, didorong meningkatnya penerimaan bea keluar dan cukai sepanjang tahun.
Kementerian Keuangan melaporkan, penerimaan itu terdiri atas cukai sebesar Rp184,2 triliun, bea keluar Rp24 triliun, dan bea masuk Rp41 triliun. Kenaikan signifikan terutama berasal dari cukai dan lonjakan bea keluar yang dipengaruhi pergerakan harga komoditas dan dinamika ekspor pada 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut penerimaan cukai tumbuh 5,7 persen dengan produksi hasil tembakau mencapai 258,4 miliar batang. Sementara itu, bea keluar melonjak hingga 69,2 persen seiring kenaikan harga CPO, meningkatnya volume ekspor sawit, serta kebijakan pembukaan keran ekspor konsentrat tembaga pada Maret hingga September.
Meski demikian, bea masuk tercatat mengalami kontraksi 4,9 persen. Penurunan itu dipicu melemahnya impor pangan dan meningkatnya pemanfaatan fasilitas perjanjian perdagangan bebas atau FTA.
Selain kinerja penerimaan, upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal juga menunjukkan hasil signifikan. Hingga akhir Oktober, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat 15.845 penindakan, dengan total barang bukti mencapai 954 juta batang. Angka tersebut tumbuh 40,9 persen secara tahunan dan didominasi sigaret kretek mesin sebesar 73,8 persen serta sigaret putih mesin sebesar 20,8 persen.
Suahasil menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat pengawasan melalui kolaborasi lintas lembaga. Ia menilai upaya bersama aparat penegak hukum menjadi faktor penting dalam menekan peredaran rokok ilegal.
Penegasan itu disampaikan mengingat penerimaan kepabeanan dan cukai merupakan salah satu penopang utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dana yang dihimpun digunakan untuk membiayai berbagai program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.
Pemerintah berharap tren positif penerimaan dapat terus dipertahankan di penghujung tahun, seiring stabilnya harga komoditas ekspor dan penguatan pengawasan di lapangan oleh Bea Cukai.
Komentar Anda :