Riau Aktifkan Strategi Distribusi dan Produksi Lokal untuk Hadapi Potensi Gangguan Pasokan
Riau12.com-PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau bergerak cepat untuk memastikan pasokan pangan tetap aman di tengah bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat. Direktur PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Ade Putra Daulay, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga strategi antisipasi untuk menjaga ketersediaan cabai, bawang, telur, dan daging ayam.
"Sumbar saat ini diguyur hujan terus. Potensi longsor pasti ada, tapi Alhamdulillah konektivitas Sumbar–Riau masih oke," ujar Ade saat ditemui di kantornya, Selasa (25/11/2025).
Isu distribusi pangan ini menjadi topik utama dalam high level meeting inflasi yang digelar pagi tadi. Ade menjelaskan bahwa curah hujan tinggi di Sumbar dan Pulau Jawa memengaruhi kualitas komoditas, misalnya cabai yang masuk ke Riau dalam kondisi basah.
Dinas Perhubungan juga telah memastikan adanya jalur alternatif jika jalan utama terputus. "Kalau pun Sumbar putus, bisa lewat Kuansing. Memang mutar dan biaya naik, tapi barang harus tetap disalurkan," katanya.
RPB juga mengaktifkan rencana cadangan dengan melakukan komunikasi pasokan ke berbagai daerah, termasuk Sumut, Sumbar, Jambi, Lampung, dan Pulau Jawa. Strategi ini merupakan bagian dari pengendalian inflasi berbasis 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Ketika jalur distribusi terhambat, RPB biasanya mengambil stok dari pasar induk dan melakukan intervensi, baik melalui subsidi harga maupun bantuan transportasi. Ade memberi contoh biaya angkut cabai dari Pekanbaru ke Dumai yang meningkat saat musim hujan. "Kalau normal Rp50 ribu, bisa jadi Rp53 ribu. Rp3 ribu itu kita yang bayar," ujarnya.
Meski demikian, Ade menegaskan Riau tidak bisa selamanya bergantung pada pasokan dari luar daerah. Untuk itu, RPB menggandeng BUMDes di Kabupaten Kampar untuk memperkuat produksi lokal, khususnya cabai. "Mereka tanam, kami beli. Ini penting untuk ketahanan pangan," katanya.
Ade menyebut tiga strategi utama RPB untuk menjaga pasokan pangan di Riau: mendatangkan suplai dari luar, koordinasi dengan pasar induk, dan memperkuat produksi lokal. "Tiga itu sudah lengkap. Sudah kayak jurus avatar," ucapnya sambil tersenyum.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memastikan masyarakat Riau tetap mendapatkan pasokan pangan dengan harga stabil, meskipun terjadi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem di daerah penghasil.
Komentar Anda :