www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Ketidakpastian UMP Riau 2025, Apindo: Dunia Usaha Butuh Kepastian untuk Jalankan Rencana Bisnis
Rabu, 19-11-2025 - 09:08:00 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Hingga kini, Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau tahun 2025 belum juga ditetapkan. Kondisi ini dinilai memprihatinkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau, Huniati, karena menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha maupun pekerja.

"Belum ada petunjuk resmi dari pemerintah pusat terkait penetapan upah minimum. Padahal sesuai ketentuan, UMP seharusnya ditetapkan paling lambat 21 November setiap tahunnya," ujar Huniati kepada halloriau, Senin (18/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan ini memberikan dampak langsung bagi pengusaha, terutama dalam penyusunan rencana keuangan perusahaan. Ketidakpastian angka UMP membuat dunia usaha kesulitan merancang anggaran gaji, produksi, hingga investasi.

"Dunia usaha membutuhkan kepastian agar dapat merencanakan gaji karyawan, anggaran produksi, dan investasi. Ketidakpastian UMP jelas menimbulkan risiko," tambahnya.

Meski demikian, Apindo Riau tetap berkomitmen untuk bersikap konstruktif dalam proses penetapan UMP. Huniati menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan kebijakan tersebut agar keputusan yang diambil dapat berimbang antara kepentingan pekerja dan pengusaha.

"Dinamika dan pandangan pemerintah di sektor ketenagakerjaan sangat penting. Kami berharap pemerintah pusat segera memberikan petunjuk agar proses penetapan UMP dapat berjalan lancar dan tepat waktu," jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi dan dialog tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Menurutnya, upah minimum yang ditetapkan idealnya mampu memenuhi kebutuhan pekerja, namun tetap realistis bagi pengusaha agar kegiatan usaha tetap berjalan dan ekonomi Riau tetap tumbuh.

Huniati menilai keterlambatan ini sekaligus menjadi momentum bagi dunia usaha untuk berinovasi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Ia memastikan Apindo Riau akan terus memantau perkembangan penetapan UMP agar stabilitas sektor ketenagakerjaan di Riau tetap terjaga.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • Ketidakpastian UMP Riau 2025, Apindo: Dunia Usaha Butuh Kepastian untuk Jalankan Rencana Bisnis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved