www.riau12.com
Sabtu, 18-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Orang Miskin Butuh Rumah yang Layak, Bukan Indah
Jumat, 06-11-2015 - 14:42:08 WIB

TERKAIT:
   
 

GOWA, Riau12.com-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pengembang khusus rumah murah untuk tidak main-main dengan peningkatan kualitas. Pasalnya, dengan adanya peningkatan kualitas di rumah murah, membuat Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) semakin sulit memiliki rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin, mengatakan masyarakat berpenghasilan rendah membutuhkan rumah layak, bukan rumah indah. Untuk itu tidak dibutuhkan adanya tambahan peningkatan kualitas yang justru memberatkan masyarakat nantinya.

"Semakin miskin jangan lah dimiskinkan. Orang butuh rumah, bukan indahnya. Layak itu minimal, misalnya tipenya 36 sudah bisa satu keluarga, sangkarnya butuh luas 72 m persegi. Kedua, dia sudah dilengkapkan fasilitas layak, kondisi air listrik," jelas Syarif di Gowa, Makasar, Jumat (6/11/2015).

Sebagai pengembang, Mulia Utama Prima (MUP) saat ini telah membangun 142 unit, tipe 36 dengan luas tanah 6x12 meter2, dengan harga Rp116 juta, dengan tambahan peningkatan kualitas Rp20 juta. Adapun peningkatan kualitas yang diberikan ialah biaya notaris, perbankan, plafon rumah, dan lantai rumah.

Syarif menambahkan, dengan diberikan bantuan pemerintah, mestinya harga rumah murah bisa lebih murah, bukan malah menjadi mahal. Artinya, jika diberikan bantuan pemerintah, MBR benar-benar dapat manfaat dengan dibangunnya rumah murah.

"Sudah tidak perlu peningkatan kualitas. Nanti saja. Rp20 juta kan dia dalam perjalanan hidup dia bisa cari uang dan bisa capai nantinya Yang penting Ibu (owner MUP) tidak rugi, dan pengembang juga bisa terus berkembang," ujarnya.

Meski melarang peningkatan kualitas, Syarif minta rumah murah yang dijual tidak menurunkan standar kualitas rumah murah. Menurutnya, dengan harga Rp116 juta per unit, rumah tersebut sudah memiliki standar kualitas yang baik.

"Kalau tidak tercapai, dia kurangi kualitasnya, sama saja dengan main-main. Orang miskin tidak tahu banyak untuk kualitas. Jangan dipermaikan," kata Syarif.(r12/okz)



 
Berita Lainnya :
  • Orang Miskin Butuh Rumah yang Layak, Bukan Indah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved