www.riau12.com
Selasa, 18-Juni-2024 | Jam Digital
20:51 WIB - Doa Wukuf Jamaah Haji Indonesia Dipimpin Habib Ibrahim Lutfi | 19:50 WIB - PSIS Semarang perpanjang kontrak Rizky Darmawan dua musim | 18:55 WIB - Satgas Karhutla Riau Gencar Lakukan TMC, Hujan Buatan Dibuat di 4 Kabupaten | 18:03 WIB - Terjerat Pinjol: Karyawan di Batam Curi 143 Ponsel, Pabrik Rugi Rp450 Juta | 17:25 WIB - Survei LSI, Abdul Wahid Memimpin di Pilgub Riau 2024 | 16:41 WIB - Hutan Kota Belakang Kantor Bupati Pasirpengaraian Ditutup Sementara, Beruang Madu Masih Berkeliaran
 
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS di Pasar Spot Melemah, Berada di Level Rp.15.889
Senin, 01-04-2024 - 14:30:34 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot melemah pada perdagangan Senin (1 /4/2024). Rupiah di awal pekan tercatat loyo sebesar 36 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp 15.892 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir atau Kamis sore, mematok rupiah di angka Rp 15.873 per dolar AS.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra memperkirakan, nilai tukar rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS pada hari ini. Hal ini setelah data indikator inflasi AS yang dirilis lebih rendah dari sebelumnya.

"Data Core PCE Price Index dirilis 0,3 persen vs sebelumnya 0,5 persen. Data inflasi AS yang sedikit menurun ini bisa meningkatkan ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga acuan AS tahun ini yang bisa menekan dolar AS," kata Ariston seperti dilansir dari Viva.

Ariston menuturkan, faktor positif juga datang dari laporan data manufaktur Puchasing Managers Index (PMI) Cina yang menunjukkan pertumbuhan di level 50,8. Sebab, pada bulan sebelumnya dirilis kontraksi di level 49,1.

"Hasil dari Cina ini bisa memberikan sentimen positif untuk aset berisiko termasuk nilai tukar emerging markets," jelasnya.

Lebih lanjut, Ariston mengatakan tekanan dolar AS terhadap rupiah terlihat masih cukup tinggi. Hal ini karena ketegangan geopolitik masih bisa mendorong sebagian pelaku pasar masuk ke aset aman dolar AS.

Ariston menuturkan, dari dalam negeri, potensi inflasi ke depan dengan wacana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dan defisit current account juga membebani rupiah.

"Oleh karena faktor di atas bisa menahan penguatan rupiah lebih lanjut," ujar Ariston.

Adapun pada hari ini mata uang rupiah terhadap dolar AS berpotensi menguat ke arah Rp 15.800. Sementara potensi pelemahan ke arah Rp 15.900.

Sumber: Cakaplah.com




 
Berita Lainnya :
  • Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS di Pasar Spot Melemah, Berada di Level Rp.15.889
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    6 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    7 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved