www.riau12.com
Sabtu, 08-Mei-2021 | Jam Digital
11:04 WIB - BPBD Riau Distribusikan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Pekanbaru | 08:00 WIB - Respon Lonjakan Covid-19, Imigrasi Pulangkan 32 WNA India | 19:50 WIB - Kanwil Kemenkumham Riau Diusulkan Sebagai Satker Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani | 15:23 WIB - Atasi Kerusakan Jalan di Rokan Hulu, Dinas PUPR, Dishub dan Polres Rohul Turun Lapangan | 11:45 WIB - Pelajari Smart City Madani, DPRD dan Kominfo Sijunjung kunjungi Diskominfotiksan Pekanbaru | 09:35 WIB - 6 Perempuan Pelalawan Raih Penghargaan 'Kartini' Pelalawan
 
5 Skenario Tarif Listrik Mau Naik, Begini Rinciannya
Sabtu, 10-04-2021 - 16:25:45 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • 5 Skenario Tarif Listrik Mau Naik, Begini Rinciannya
  •  

    JAKARTA (Riau12.com) - Kementerian ESDM sudah memiliki beberapa skenario perhitungan kenaikan tarif listrik. Rencana ini juga sudah dipaparkan oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana di depan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

    Dalam rapat dengar pendapat (RDP), Rida menyebut pemerintah berencana melepas subsidi berupa biaya kompensasi atas tarif penyesuaian atau adjustment listrik yang sudah diberlakukan sejak 2017. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengurangi beban APBN.

    "Untuk segmen ini disebutnya kompensasi yang setiap tahunnya dibayarkan APBN ke PLN," kata Rida di Banggar seperti yang dikutip, Sabtu (10/4/2021).

    Seluruh pelanggan tersebut terbagi dalam 38 kelompok dengan rincian, 25 golongan yang mendapatkan subsidi. lalu 13 golongan lainnya kelompok non subsidi atau tarifnya tidak diubah dan pemerintah memberikan kompensasi tarif ke PLN.

    Pada 13 kelompok golongan non subsidi ini jumlahnya ada sekitar 41 juta. Jika pemerintah benar melepas tarif penyesuaian maka ada tambahan biaya listrik yang harus dibayar oleh golongan ini.

    Berdasarkan bahan paparan Dirjen Ketenagalistrikan, 13 golongan pelanggan non subsidi ini masih menerapkan tarif untuk periode April-Juni 2021, terdiri dari:

    1. Rumah tangga yang terdiri dari 5 golongan mulai dari R.1/900 VA-RTM yang jumlah pelanggannya sebanyak 23.761.673. Tarifnya Rp 1.352,00. R.1/1.300 VA yang jumlah pelanggan sebanyak 11.970.359. Tarifnya Rp 1.444,70. R.1/2.200 VA yang jumlah pelanggannya sebanyak 3.353.001. Tarifnya Rp 1.444,70. R.2/3.500 VA sampai dengan 5.550 VA yang jumlah pelanggannya sebanyak 1.490.296. Tarifnya Rp 1.444,70. R.3/6.600 VA ke atas yang jumlah pelanggannya sebanyak 272.482. Tarifnya Rp 1.444,70.

    2.Bisnis besar yang terdiri dari dua golongan yaitu B.2/6.600 VA sampai dengan 200 KVA yang jumlah pelanggannya sebanyak 643.797. Tarifnya Rp 1.444,70. B.3/> 200 KVA yang jumlah pelanggannya sebanyak 8.234. Tarifnya Rp 1.114,74.

    3. Industri besar yang terdiri dari 2 golongan, yaitu I.3/>200 KVA yang jumlah pelanggannya sebanyak 14.277. Tarifnya Rp 1.117,74. I.4/30.000 KVA ke atas yang jumlahnya sebanyak 101. Tarifnya Rp 996,74.

    4. Pemerintah yang terdiri dari 3 golongan yaitu, P.1/6.600 VA sampai dengan 200 KVA yang jumlah pelanggan sebanyak 53.172. Tarifnya Rp 1.444,70. P.2/>200 KVA yang jumlah pelanggannya sebanyak 1.800. Tarifnya Rp 1.114,74. P.3 yang jumlah pelanggannya sebanyak 296.812. Tarifnya Rp 1.444,70.

    5. Layanan khusus yang jumlah pelanggannya sebanyak 869.933. Tarifnya Rp 1.644,52.

    Masih dari bahan paparan Dirjen Ketenagalistrikan, terdapat 5 skenario penyesuaian tarif terhadap 5 kelompok golongan pelanggan PLN non subsidi ini.

    Skenario 1, pemerintah tetap memberlakukan tarif pada periode April-Juni. Dengan begitu, untuk 13 kelompok non subsidi ini masih mendapatkan kompensasi dari pemerintah melalui PLN. Berikut daftar tarifnya:

    1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, Rp 1.352,00 per kWh.
    2. Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
    3. Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
    4. Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
    5. Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.444,70 per kWh.
    6. Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh.
    7. Golongan B-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.035,74 per kWh.
    8. Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.035,74 per kWh.
    9. Golongan I-4/ Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas, Rp 996,74 per kWh.
    10. Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh.
    11. Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh.
    12. Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.444,70 per kWh.
    13. Golongan L/ TR, TM, TT, Rp 1.644,52 per kWh.

    Skenario 2, pemerintah menaikkan tarif dengan menghapus kompensasi 100%. Keputusan ini membuat tarif listrik semua golongan lebih mahal. Berikut rincian tarifnya:

    1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 12%.
    2. Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    3. Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    4. Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    5. Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    6. Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    7. Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.272,45 per kWh atau naik 14,1%
    8. Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.272,45 per kWh atau naik 14,1%
    9. Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas, Rp 1.184,90 per kWh atau naik 18,9%
    10. Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    11. Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.272,45 per kWh atau naik 14,1%
    12. Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    13. Golongan L/ TR, TM, TT, Rp 1.634,25 per kWh atau naik 0,2%

    Skenario 3, pemerintah akan menyesuaikan tarif dengan tetap memberikan kompensasi sebesar 50%. Berikut rincian tarifnya:

    1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, Rp 1.433,86 per kWh atau naik 6,1%.
    2. Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp 1.480,21 per kWh atau naik 2,5%
    3. Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.480,21 per kWh atau naik 2,5%
    4. Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.480,21 per kWh atau naik 2,5%
    5. Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.480,21 per kWh atau naik 42,5%
    6. Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.480,21 per kWh atau naik 2,5%
    7. Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.193,60 per kWh atau naik 7,1%
    8. Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.193,60 per kWh atau naik 7,1%
    9. Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas, Rp 1.090,82 per kWh atau naik 9,4%
    10. Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.480,21 per kWh atau naik 2,5%
    11. Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.193,60 per kWh atau naik 7,1%
    12. Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.480,21 per kWh atau naik 2,5%
    13. Golongan L/ TR, TM, TT, Rp 1.639,39 per kWh atau naik 0,1%

    Skenario 4, kenaikan tarif listrik khusus kepada rumah tangga dengan kapasitas 2.200 VA ke atas. Dengan begitu, tidak semua pelanggan non subsidi PLN terkena penyesuaian tarif. Berikut rincian tarifnya:

    1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, Rp 1.352,00 per kWh atau tidak naik
    2. Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp 1.444,70 per kWh atau tidak naik
    3. Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    4. Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 24,9%
    5. Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    6. Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh atau tidak naik
    7. Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh atau tidak naik
    8. Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh atau tidak naik
    9. Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas, Rp 996,74 per kWh atau tidak naik
    10. Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh atau tidak naik
    11. Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh atau tidak naik
    12. Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.444,70 per kWh atau tidak naik
    13. Golongan L/ TR, TM, TT, Rp 1.644,52 per kWh atau tidak naik

    Skenario 5, kenaikan tarif listrik terjadi hanya pada kelompok rumah tangga dan layanan pemerintah. Berikut rincian tarifnya:

    1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, Rp 1.352,00 per kWh atau tidak naik
    2. Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp 1.444,70 per kWh atau tidak naik
    3. Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    4. Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 24,9%
    5. Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    6. Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh atau tidak naik
    7. Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh atau tidak naik
    8. Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh atau tidak naik
    9. Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas, Rp 996,74 per kWh atau tidak naik
    10. Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    11. Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.272,45 per kWh atau naik 14,1%
    12. Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.515,72 per kWh atau naik 4,9%
    13. Golongan L/ TR, TM, TT, Rp 1.644,52 per kWh atau tidak naik (R02)

    Sumber Berita : detik.com




     
    Berita Lainnya :
  • 5 Skenario Tarif Listrik Mau Naik, Begini Rinciannya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    4 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    5 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved