www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Listrik Sering Padam, Dewan Desak PLN Survei Kerugian Masyarakat
Jumat, 09-10-2015 - 10:47:05 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU, Riau12.com - Galaunya masyarakat karena listrik, membuat kalangan legislatif di DPRD Kota Pekanbaru geram dengan kebijakan pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang hingga saat ini masih berlanjut. Bahkan akibat pemadaman tersebut dewan meminta pihak PLN melakukan survei kerugian yang ditanggung oleh masyarakat.

Pasalnya, masyarakat dinilai orang yang paling utama kena himbas akibat pemadaman tersebut.

"Jangan kerugian PLN saja yang dihitung, kerugian warga juga. Buat permohonan maaf terbuka kepada masyarakat," ungkap Roni Amriel, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru.

Yang menjadi pertanyaan, lanjut Roni, pernah tidak terpikir PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab. "Okelah hal-hal yang sistemik dan teknis itu tidak semudah membalik telapak tangan, kalau tidak dimulai PLN maka setiap tahun krisis listrik akan terjadi".

Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan, bahwa sejak dahulu pihaknya di Komisi IV yang memang mitra kerja PLN telah mempertanyakan dalam rapat kerja (hearing) apakah PLN tidak memiliki perencanaan yang baik untuk mengatasi krisis listrik ini.

"Apakah PLN tidak punya tenaga Litbang pemikir-pemikir teknis yang memikirkan apa langkah strategis agar pemadaman ini tidak ada lagi ke depannya, apakah dengan menginisiasi Pemko/Pemkab, membuat proposal perencanaan, agar ada kepastian, rencana 25 tahun ke depan, agar konkrit dia," tanya Roni.

Untuk itu, pihaknya menyarankan agar ada konsekuensi yang ditanggung PLN jika pemadaman ini masih saja terjadi bahkan semakin tahun semakin parah. Konsekuensi yang dimaksud yakni dengan memberikan kompensasi tersebut.

"Masyarakat diminta kewajiban mereka (bayar listrik tepat waktu), tidak ada toleransi, lambat bayar putus, kelebihan bayar tidak dikembalikan, ini konsekuensi BMUN yang monopoli. Tapi masyarakat tetap butuh listrik, kalau kondisi seperti ini kita ingin PLN punya program konkrit dan jelas, jangan sistemik sampaikan, kita ndak mau tahu, masyarakat ndak mau tahu itu," ujar Roni.(r12/hr)



 
Berita Lainnya :
  • Listrik Sering Padam, Dewan Desak PLN Survei Kerugian Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved