Remaja 14 Tahun di Pekanbaru Jadi Korban Kekerasan OTK, Ditendang hingga Jatuh dari Motor
PEKANBARU, Riau12.com - Seorang remaja berusia 14 tahun berinisial FA menjadi korban dugaan pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Jalan Melati, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru. Korban diduga ditendang, ditabrak dari belakang hingga terjatuh, lalu dipukul di bagian kepala.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, tepatnya di depan sebuah toko pusat oleh-oleh khas Riau.
Saat kejadian, FA tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BM 4443 ACK dengan membonceng seorang rekannya.
Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba dicegat rombongan pengendara sepeda motor yang diperkirakan menggunakan lima kendaraan.
Bermula dari Teguran, Korban Diduga Ditendang
Berdasarkan keterangan korban, salah seorang dari rombongan tersebut mendekatinya dan mempertanyakan aktivitas FA.
“Apa maksud kau?” ujar salah seorang dari rombongan tersebut sebagaimana disampaikan korban kepada polisi.
FA kemudian menjawab bahwa dirinya sedang bernyanyi.
“Lagi nyanyi, Bang,” jawab korban.
Tak lama setelah itu, salah seorang yang dibonceng dalam rombongan tersebut diduga menendang FA.
Kekerasan disebut berlanjut ketika pengendara lain dari kelompok tersebut menabrak sepeda motor korban dari arah belakang. FA kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke aspal.
Polisi: Korban Dipukul Setelah Terjatuh
Kanit Reskrim Polsek Binawidya Iptu Martin Luther Munthe membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut.
Menurut Martin, setelah korban terjatuh, salah seorang dari rombongan diduga turun dari sepeda motor dan memukul bagian belakang kepala korban.
“Setelah korban terjatuh, salah seorang dari rombongan tersebut turun dari sepeda motor dan diduga memukul bagian belakang kepala korban,” kata Martin saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
Setelah kejadian, rombongan tersebut langsung meninggalkan lokasi.
Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan mencari para terduga pelaku.
Namun, proses penyelidikan masih terkendala minimnya informasi mengenai identitas maupun kendaraan yang digunakan rombongan tersebut.
“Untuk pelaku masih dalam penyelidikan. Korban juga tidak ingat nomor polisi kendaraan yang digunakan oleh rombongan tersebut,” ujar Martin.
Polisi masih mendalami keterangan korban dan informasi lain yang dapat membantu mengungkap identitas para terduga pelaku.(goriau.com/rdk)
Komentar Anda :