www.riau12.com
Minggu, 14-08-2022 | Jam Digital
06:00 WIB - Ketua Dewan Pers Beri Kesempatan SMSI Mendaftarkan Seluruh Anggotanya untuk Didata | 05:00 WIB - Kalahkan Vietnam, Indonesia Juara Piala AFF U-16 | 20:15 WIB - Puncak HAN 2022 Kota Pekanbaru, DP3APM Hadirkan 1500 Anak PAUD & 1000 Undangan | 17:10 WIB - Timsel Calon Anggota Bawaslu Riau Serahkan Enam Nama ke Bawaslu RI | 13:45 WIB - Penghapusan STNK Mati Pajak 2 Tahun Di Riau Belum Diberlakukan | 11:15 WIB - 241 Pramuka Kwarda Riau Diberangkatkan Ikuti Jambore Nasional XI di Cibubur
 
Modus Beri Les Tambahan, Pak Wali Kelas Cabuli Siswinya!
Rabu, 19-08-2015 - 07:34:56 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

PONTIANAK, Riau12.com - TI (10), siswi salah satu Sekolah Dasar di Ibukota Kalbar, tepatnya di Pontianak Utara, dicabuli M, guru wali kelasnya sendiri.

Korban melaporkan perlakuan bejat gurunya kepada orangtuanya dengan merintih kesakitan. "Setelah diusut, akhirnya korban pun bercerita tentang perbuatan bejat yang dilakukan oknum guru tersebut," ungkap Direktur Utama Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN), Devi Tiomana, kepada sejumlah wartawan yang kebetulan melihatnya di Mapolresta Pontianak, Selasa (18/8).

Menurut Devi, kejadiannya pada 2014 lalu. Konon, ada upaya jajaran pendidikan setempat untuk menyembunyikan kasusnya, hingga mengendap berbulan-bulan. Dan, nyaris berhasil.

Guru tersebut, lanjut Devi, diduga sudah punya niat tak baik dengan cara memberikan les tambahan kepada TI. Suatu saat, bocah kelas V itu dipanggil Sang Guru masuk ke ruang guru untuk diberikan pelajaran les tambahan. Dengan modus memberikan les tambahan itulah, TI dikerjain.
          
Ketika sang Siswi masuk ke ruang guru, pendidik bermoral bejat itu langsung menarik tangannya dan membaringkan TI di atas meja.

"Apa yang terjadi itu diketahui oleh siswi lainnya tanpa disadari Pak Guru M itu. Bahkan pascakejadian, TI yang masih berusia 10 tahun itu merasa kesakitan, dan langsung melapor kepada orangtuanya," tambah Devi.              
 
Tentu saja, orangtua tak terima dan tak tinggal diam putrinya diperlakukan asusila dengan sangat keji.

"Orangtua korban sudah pergi ke sekolah dan menanyakan langsung kepada Kepala SDN itu. Tapi sayangnya, malah dimarah-marahi oknum guru bejat tersebut," beber Devi.

Direktur YNDN itu meyakini, dugaan perbuatan amoral guru M terhadap TI, tidak hanya sekali. Devi menyatakan, sudah lebih dari satu kali.

"Korban itu shock dan tak mau sekolah lagi hingga saat ini. Jumat kemarin, orangtua korban mengadukan kepada kita. Dan langsung kita dampingi buat laporan ke Mapolresta Pontianak pada hari ini (kemarin)," paparnya.

Dibeberkan Devi, korban TI diduga tidak hanya disentuh-sentuh atau sekadar dilecehkan secara seksual oleh Pak Guru M. TI juga sudah disetubuhi. "Hasil visum sudah keluar dan A1 (positif/jelas)," tegas dia.

Berkaca pada insiden keji nan mengerikan itu, dikhawatirkan Devi, TI bukanlah korban satu-satunya. Itu sebabnya dia mendesak pihak SDN di Siantan tersebut blak-blakan dengan perkara ini.

"Kita takut ada korban lain di sekolah itu. Kita minta kepolisian melakukan pengembangan dan segera menangkap tersangka. Dan Sekolah jangan menutupi hal ini. Jangan takut sama Diknas," tuntutnya.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean, membenarkan telah menerima laporan kasus tersebut.

"Sudah ada pengaduan sebelumnya, dan tadi langsung dinaikkan ke tingkat penyelidikan menjadi laporan secara resmi," jawab Andi.

Ia menegaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan visum terhadap korban. "Tidak ada persetubuhan, hanya pencabulan (pegang-pegang). Intinya, kasus yang menimpa siswi TI masih dilakukan penyelidikan," ungkap Andi.

Tegas Sang Kasat, "Jika terbukti akan dijerat dengan pasal 81 UU nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, yakni dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara".  (r12/jpnn)



 
Berita Lainnya :
  • Modus Beri Les Tambahan, Pak Wali Kelas Cabuli Siswinya!
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    5 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    6 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    9 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved