www.riau12.com
Minggu, 14-08-2022 | Jam Digital
06:00 WIB - Ketua Dewan Pers Beri Kesempatan SMSI Mendaftarkan Seluruh Anggotanya untuk Didata | 05:00 WIB - Kalahkan Vietnam, Indonesia Juara Piala AFF U-16 | 20:15 WIB - Puncak HAN 2022 Kota Pekanbaru, DP3APM Hadirkan 1500 Anak PAUD & 1000 Undangan | 17:10 WIB - Timsel Calon Anggota Bawaslu Riau Serahkan Enam Nama ke Bawaslu RI | 13:45 WIB - Penghapusan STNK Mati Pajak 2 Tahun Di Riau Belum Diberlakukan | 11:15 WIB - 241 Pramuka Kwarda Riau Diberangkatkan Ikuti Jambore Nasional XI di Cibubur
 
Dugaan Korupsi BLJ, Terdakwa Sebut Penyelewengan Rp 300 M diperintah Bupati
Jumat, 14-08-2015 - 08:28:16 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU, Riau12.com - Uang negara sebanyak Rp 300 Miliar yang disalurkan dalam penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Laksamana Jaya yang seharusnya untuk pembangkit tenaga listrik tapi mengalir kemana-mana, salah satunya dealer Motor Gede (Moge) di Bogor.

Yusrizal Handayani yang menjadi terdakwa dugaan korupsi penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis ke Badan Usaha Milik Daerah PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) mengaku aliran uang ke dealer Moge yang akhirnya merugikan negara itu atas suruhan Herliyan Saleh, selaku bupati Bengkalis, dan pemegang saham perusahaan plat merah tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, Arfa Gunawan dari Kantor Pengacara Yusril Ihza Mahendra menyebutkan, penyertaan modal dari Pemkab dan kemudian disalurkan ke berbagai anak perusahaan PT BLJ ataupun rekan bisnis sudah diketahui dan disetujui pemegang saham dan komisarisnya.

"Hal ini dapat diketahui melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 18 Mei 2013 pukul 09.00 WIB. Dalam rapat dijelaskan kemana saja penyertaan modal akan disalurkan PT BLJ untuk mengembangkan usahanya," ujar Arfa, usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (13/8).

Berdasarkan risalah RUPS Tahun Buku 2013 PT BLJ, kata Arfa, rapat itu dihadiri oleh Yusrizal Handayani sebagai Direktur Utama dan berbagai pejabat penting di Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebagai pemegang saham.

"Dalam risalah itu disebutkan hadir Herliyan Saleh (Bupati Bengkalis), Drs Mukhlis selaku komisaris utama, Drs Burhanuddin (Sekda Bengkalis) selaku anggota komisaris, dan Ribut Susanto sebagai anggota komisaris," kata Arfa.

Rapat itu, kata Arfa, membahas laporan jajaran direksi mengenai jalannya usaha selama tahun 2012, pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi rencana kerja untuk buku 2013.

Hasilnya, pemegang saham menyetujui laporan direksi dan mengesahkan neraca laba rugi serta rencana investasi PT BLJ dalam bidang property, agribisnis dan Migas.

"Artinya, semua rencana investasi baik itu penanaman modal ke Indonesian Creative School, penanaman modal di sebuah dealer motor gede di Bogor, dan lainnya dalam dakwaan, disetujui melalui RUPS," kata Arfa.

Dalam pelaksanaanya ditunjuk auditor external. Hasilnya kemudian menyatakan aliran dana ke anak perusahaan dan mitra bisnis dilakukan secara terperinci, berikut tentang laba, rugi, piutang dan lain sebagainya.

"Kemudian, hasil audit ini dilaporkan kepada pemegang saham dalam RUPS. Tidak ada masalah. Jadi, tak mungkin bupati dan jajaran lainnya yang sudah dihadirkan ke persidangan tidak tahu. Kalau lupa, bisa jadi," ketus Arfa.

Disamping itu Arfa menjelaskan, Rp300 miliar yang disalurkan Pemkab Bengkalis merupakan penyertaan modal, bukan belanja modal. Dengan demikian, dana ini boleh digunakan untuk mengembangkan usaha perusahaan guna mendapat keuntungan asalkan yang menjadi fokus atau tujuan akhirnya mengarah ke pembangunan pembangkit listrik.

Pada awalnya, modal PT BLJ berkisar Rp129 miliar. Setelah melalui berbagai rapat dan usulan, ditambah lagi penyertaan modal senilai Rp300 miliar, sehingga total dana PT BLJ Rp429 miliar.

"Rp300 miliar murni penyertaan modal, bukan pinjaman modal," tegas Arfa.

Dijelaskannya, uang Rp300 miliar itu, diperuntukkan membangun PLTGU. Hal ini kemudian diserahkan kepada PT Riau Energi Tiga (RET) dan Sumatera Timur Energi (STE). Perusahaan pertama mendapat Rp100 miliar, sedangkan kedua Rp200 miliar.

"Secara logika, pembangunan PLTGU tidak bisa dalam waktu setahun. Kalau bisa, dana yang diperlukan sekitar Rp1,4 triliun. PLTGU itu memang dibangun namun tidak bisa selesai," jelas Arfa.

Mandeknya pembangunan, terang Arfa, karena berbagai kendala. Salah satunya penyelidikan yang dilakukan Kejari Bengkalis. "Artinya, proyek ini belum selesai, dana tak cukup, tapi sudah diganggu duluan," kata dia.

Sementara Rp100 miliar dari total anggaran Rp429 miliar, tekan Arfa, disetujui oleh RUPS untuk BLJ property atau pengembangan bisnis lainnya.

"Makanya ada penyaluran dana ke berbagai anak perusahaan dan mitra bisnis, semuanya melalui RUPS. Tidak pandai-pandai manejemen PT BLJ," kata Arfa lagi.

"Terakhir, kenapa Yusrizal menjadi direktur utama, karena dirinya pernah bekerja pada perusahaan yang bekerja dalam bidang energi. Juga tidak benar, kalau Yusrizal digaji besar untuk jabatannya itu," jelas Arfa.

Apa yang disampaikan ini, lanjut Arfa, merupakan jawaban terhadap kesaksian berbagai pihak yang menyebut menejemen PT BLJ menyalurkan dana secara tidak sah. "Semua melalui mekanisme," pungkas Arfa.

Untuk diketahui, saat ini Herliyan Saleh selaku bupati bengkalis masih berstatus saksi dalam kasus penyertaan modal Rp 300 miliar yang dicairkan Pemkab Bengkalis ke PT BLJ. Namun dalam kasus lain, Herliyan Saleh ditetapkan Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka karena diduga terlibat menikmati uang dana bantuan sosial yang merugikan negara Rp 29 miliar.

Selain Herliyan, ketua DPRD Bengkalis saat itu, Jamal Abdillah juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Riau bersama 4 anggota DPRD Bengkalis lainnya, karena diduga menyelewengkan dana bansos Bengkalis yang seharusnya uang Rp 290 miliar diberikan kepada masyarakat namun dikantongi secara pribadi. (Zul)



 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Korupsi BLJ, Terdakwa Sebut Penyelewengan Rp 300 M diperintah Bupati
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    5 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    6 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    9 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved