www.riau12.com
Minggu, 14-08-2022 | Jam Digital
06:00 WIB - Ketua Dewan Pers Beri Kesempatan SMSI Mendaftarkan Seluruh Anggotanya untuk Didata | 05:00 WIB - Kalahkan Vietnam, Indonesia Juara Piala AFF U-16 | 20:15 WIB - Puncak HAN 2022 Kota Pekanbaru, DP3APM Hadirkan 1500 Anak PAUD & 1000 Undangan | 17:10 WIB - Timsel Calon Anggota Bawaslu Riau Serahkan Enam Nama ke Bawaslu RI | 13:45 WIB - Penghapusan STNK Mati Pajak 2 Tahun Di Riau Belum Diberlakukan | 11:15 WIB - 241 Pramuka Kwarda Riau Diberangkatkan Ikuti Jambore Nasional XI di Cibubur
 
1,6 Milyar Aset Mobil Jadi Temuan BPK, Dewan Minta Menelusurinya
Kamis, 13-08-2015 - 15:24:02 WIB
Ilutrasi
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU, Riau12.com - Aset daerah di Provinsi Riau sampai saat ini memang belum tertata dengan baik. Bahkan persoalan aset ini kerap menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap kali melakukan pemeriksaan. Misalnya saja untuk aset mobil dinas ada sekitar Rp1,6 milyar yang menjadi temuan.

Untuk itu, Komisi C DPRD Riau meminta kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menelusuri dan mendata aset tersebut.

"Makanya kita nanti di aset akan dilacak data yang ada dikendaraan dinas  kita lihat juga lokasinya dimana akan turun ke lapangan untuk mengecek keberadaan aset-aset kita nanti," jelas ketua Komisi C DPRD Riau, Aherson, Kamis (13/8/2015).

Dirinya juga menuturkan Rp1,6 milyar yang dimaksud terkait dengan aset kendaraan dinas yang sudah dilakukan pelelangan. Namun, tidak kunjung dilunasi oleh pejabat yang bersangkutan.

"KPK juga lagi menggalakkan aset ini. Mobil yang sudah dilelang tapi belum dilunasi pasti akan menjadi temuan tiap tahunan. Yang terbaru Rp1,6 milyar yang menjadi temuan oleh BPK terkait dengan mobil yang sudah dilelang tapi belum dilunasi sekitar Rp1,6 milyar," lanjutnya.

Seperti apapun persoalannya, menurut Aherson harus menjadi tugas BPKAD untuk menyelesaikan piutang tersebut. Karena hal tersebut akan selalu menjadi temuan jika tidak ada upaya untuk menyelesaikanya.

"Kita minta kepada Pemprov ini harus segera dilunasi, bagaimana sistemnya ya harus kirim surat kepada yang bersangkutan. Memang piutangnya perorang tidak banyak ada yang Rp20 juta ada yang Rp30 juta. Tapi, karena ini jumlahnya banyak tentu menjadi besar jumlahnya dan akan menjadi temuan terus bagi BPK.

Kita ingin clear semuanya bagaimana itu bisa didapatkan harus menjadi tanggung jawab Badan Aset dan Pengelolaan keuangan Daerah. Atau mungkin ada pejabat yang sudah meninggal hutang mobilnya masih ada dan yang begini bagaimana solusinya itu harus digesa," tutupnya.(r12/hrc)



 
Berita Lainnya :
  • 1,6 Milyar Aset Mobil Jadi Temuan BPK, Dewan Minta Menelusurinya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    5 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    6 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    9 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved