www.riau12.com
Jum'at, 19-Juli-2024 | Jam Digital
15:55 WIB - Ditinjau Bupati Suhardiman, Jembatan Geringging Baru Dibangun Kembali | 15:30 WIB - Perbaikan Drainase Tak Kunjung Tuntas, Jalan Mutiara Semakin Tak Jelas Bentuknya | 15:28 WIB - Didesak Palestina Bekukan Israel, FIFA Tunda Putusan Hingga Olimpiade Paris 2024 | 15:25 WIB - Jika Menangi Pilpres AS, Donald Trump Janji Hentikan Konflik Internasional | 15:22 WIB - Program Pendidikan LAZnas PHR Raih Predikat Gold di Ajang Zakat Awards 2024 | 14:56 WIB - Akui Sedang Komunikasi Intensif, Nasdem Merapat ke Abdul Wahid?
 
BPOM Masih Menemukan Takjil Berbahaya, Waspada! Ini Tanda-tandanya
Selasa, 02-04-2024 - 12:38:53 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Jakarta - Dalam pengawasan makanan yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) di rangka bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, pihaknya masih menemukan takjil-takjil yang mengandung zat berbahaya. Dari 9.262 sampel takjil yang diuji oleh BPOM, 1,10 persen di antaranya mengandung bahan berbahaya.

"Pelanggaran yang ditemukan itu masih ada takjil yang menggunakan bahan seperti formalin, boraks, hingga rhodamin. Ini menurun dari tahun sebelumnya sekitar 1,17 persen," kata Plt Kepala BPOM RI Lucia Rizka Andalusia ketika ditemui awak media di Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024).

Dari temuan yang dilakukan oleh pihak BPOM RI, mereka menemukan 48,04 persen pelanggar menggunakan bahan formalin, 25,49 menggunakan rhodamin B, 27,45 persen menggunakan boraks, dan 0,98 persen menggunakan bahan kuning metanil.

Rizka menuturkan bahwa zat-zat yang ditemukan itu dapat membahayakan kesehatan. Formalin kerap ditemukan pada produk mi kuning dan tahu, rhodamin B pada cendol dan mutiara, boraks pada cilok dan otak-otak, serta kuning metanil pada tahu orange.

"Bahayanya macam-macam, mulai dari ringan hingga berat. Misalnya efek beratnya itu bersifat karsinogen ya jadi dapat menyebabkan kanker. Kalau ringannya mungkin mual, muntah, dan pusing," katanya.

Rizka menuturkan jika dikonsumsi terus menerus walaupun dalam jumlah yang kecil, zat berbahaya tersebut bisa berefek jangka panjang untuk tubuh. Dalam kesempatan yang sama Plt Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI Ema Setyawati juga mengungkapkan beberapa ciri-ciri takjil berbahaya yang mungkin bisa ditemukan.

Jika takjil menggunakan formalin, ada kemungkinan besar menu buka puasa tersebut dapat awet dengan durasi waktu yang tidak wajar.

"Barang yang kena formalin pun lalat nggak akan hinggap. Jadi lalat saja punya 'sinyal' itu tidak bisa dihinggapi. Ketika bicara pewarna, biasanya warnanya betul-betul terang sekali," ungkap Ema.

"Selain itu boraks untuk pengeyal. Itu juga kadang dipakai di kerupuk agar susah melempem. Jadi kita lihat kekenyalan makanan itu masuk akal nggak sih," tandasnya.

Sumber:detik.com




 
Berita Lainnya :
  • BPOM Masih Menemukan Takjil Berbahaya, Waspada! Ini Tanda-tandanya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    6 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    7 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved