DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW
Kamis, 16-07-2026 - 16:36:12 WIB
Riau12.com-PEKANBARU - Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendata anak usia sekolah yang belum bersekolah mendapat dukungan dari DPRD Kota Pekanbaru. Namun, pendataan dinilai akan lebih efektif jika melibatkan RT dan RW bersama kader PKK serta Posyandu.
Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zakri Fajar Triyanto, mengatakan kolaborasi seluruh unsur di tingkat lingkungan akan membuat data yang diperoleh lebih akurat sekaligus meminimalkan kemungkinan adanya anak yang terlewat dari pendataan.
"Pelibatan kader Posyandu sudah sangat baik karena mereka ada di setiap lingkungan. Tetapi akan lebih maksimal jika RT dan RW juga ikut dilibatkan," kata Zakri, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, RT dan RW memiliki data administrasi kependudukan yang lengkap, sedangkan kader PKK dan Posyandu lebih memahami kondisi sosial masyarakat di lapangan. Sinergi kedua unsur tersebut diyakini dapat mempercepat identifikasi anak usia sekolah yang belum mendapatkan layanan pendidikan.
"RT dan RW memiliki data kependudukan, sementara kader PKK dan Posyandu mengetahui kondisi warganya secara langsung. Jika semuanya bekerja bersama, saya yakin pendataan akan lebih akurat dan tidak ada anak yang terlewat," ujarnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada Posyandu terdekat apabila masih menemukan anak usia sekolah yang belum terdaftar di satuan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.
Laporan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sebagai dasar tindak lanjut agar anak-anak tersebut dapat kembali memperoleh akses pendidikan.
Zakri berharap program pendataan ini menjadi langkah nyata untuk menekan angka putus sekolah di Kota Pekanbaru. Ia menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama agar tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.
"Tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh anak di Pekanbaru bisa bersekolah. Karena itu, sinergi antara Dinas Pendidikan, RT/RW, PKK, Posyandu, dan masyarakat sangat diperlukan," tutupnya.(***)
Komentar Anda :