www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW
Kamis, 16-07-2026 - 16:36:12 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendata anak usia sekolah yang belum bersekolah mendapat dukungan dari DPRD Kota Pekanbaru. Namun, pendataan dinilai akan lebih efektif jika melibatkan RT dan RW bersama kader PKK serta Posyandu.


Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zakri Fajar Triyanto, mengatakan kolaborasi seluruh unsur di tingkat lingkungan akan membuat data yang diperoleh lebih akurat sekaligus meminimalkan kemungkinan adanya anak yang terlewat dari pendataan.


"Pelibatan kader Posyandu sudah sangat baik karena mereka ada di setiap lingkungan. Tetapi akan lebih maksimal jika RT dan RW juga ikut dilibatkan," kata Zakri, Kamis (16/7/2026).


Menurutnya, RT dan RW memiliki data administrasi kependudukan yang lengkap, sedangkan kader PKK dan Posyandu lebih memahami kondisi sosial masyarakat di lapangan. Sinergi kedua unsur tersebut diyakini dapat mempercepat identifikasi anak usia sekolah yang belum mendapatkan layanan pendidikan.


"RT dan RW memiliki data kependudukan, sementara kader PKK dan Posyandu mengetahui kondisi warganya secara langsung. Jika semuanya bekerja bersama, saya yakin pendataan akan lebih akurat dan tidak ada anak yang terlewat," ujarnya.


Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada Posyandu terdekat apabila masih menemukan anak usia sekolah yang belum terdaftar di satuan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.


Laporan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sebagai dasar tindak lanjut agar anak-anak tersebut dapat kembali memperoleh akses pendidikan.


Zakri berharap program pendataan ini menjadi langkah nyata untuk menekan angka putus sekolah di Kota Pekanbaru. Ia menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama agar tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.


"Tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh anak di Pekanbaru bisa bersekolah. Karena itu, sinergi antara Dinas Pendidikan, RT/RW, PKK, Posyandu, dan masyarakat sangat diperlukan," tutupnya.(***)




 
Berita Lainnya :
  • DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved